BOGORONLINE.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor memberikan catatan penting setelah diresmikannya Masjid Agung Al Isra beberapa hari lalu.
Pertama perihal Sertifikasi Laik Fungsi (SLF), kedua masjid harus lebih ramah untuk lansia maupun difabel, dan terakhir beberapa daya dukung masjid harus dilakukan perbaikan.
“Saya mengapresiasi Pemkot Bogor dan stakeholder perjalanan panjang 2016 sampai 2024 proyek Masjid Agung dinyatakan selesai dan diresmikan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto. Ini apresiasi kinerja dan upaya yang dilakukan. Sehingga terealisasi pembangunan masjid Agung. Tanggal 17 Ramadan yang momentumnya sangat bagus dalam peresmiannya,” ungkap Anggota Komisi III DPRD Kota Bogor Karnain Asyhar dikutip Minggu (31/3/2024).
Namun begitu, Karnain mengatakan, ada beberapa hal yang perlu direspon pasca persemian Masjid Agung Al Isra Kota Bogor.
“Ya, pertama saya konfirmasi untuk SLF belum ada progres. Kalau memang sudah selesai bangunan, SLF menjadi hal yang penting. Karena kelas puskesmas saja, yang melaksanakan akreditasi dan reakreditasi dikejar soal poin penilaian salah satunya SLF. Ini bangunan yang lebih besar dengan kapasitas ribuan orang. Saya minta SLF menjadi konsen Pemkot Bogor untuk menuntaskan,” katanya.
Kedua, sambungnya, Masjid Agung Al Isra memiliki posisi strategis, sehingga yang akan memanfaatkan bukan hanya yang fisiknya sehat atau orang muda yang sengaja memburu tempat kebanggaan Kota Bogor ini, namun ada lansia dan difabel yang perlu direspon atau diakomodir.
“Harus ramah terhadap lansia juga difabel,” kata Karnain.
Ketiga, masih kata Karnain, banyak aduan dari masyarakat yang sudah datang ke Masjid Agung menyampaikan ada beberapa daya dukung harus diperbaiki.
“Tempat wudhu dan toilet masjid juga ornamen yang menjadi kelengkapan dari menara perlu ada perbaikan yang perlu dilakukan,” paparnya.
Karnain menegaskan, pihak pelaksana atau kontraktor harus segera merespon, lantaran masih dalam masa pemeliharaan.
“Ini harus ditindaklanjuti, supaya tidak menjadi catatan di kemudian hari. Tidak perlu penganggaran lagi, masih dalam tanggung jawab kontraktor untuk merespon semua aduan warga Bogor,” katanya.
Sementara itu saat dikonfirmasi soal pembangunan Masjid Agung Al Isra yang menghabiskan anggaran ratusan miliar, namun tidak ramah lansia dan disabilitas. Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan pembangunan Masjid Agung Al Isra ke depan akan berkembang terus.
Ia berharap kepada wali kota Bogor selanjutnya maupun Penjabat (Pj) wali kota Bogor dapat menganggarkan kembali untuk pembangunan Masjid Agung ini.
“Makanya ini akan berkembang terus, saya berharap wali kota selanjutnya atau Pj wali kota akan menganggarkan di tahun depan agar ramah disabilitas. Ya, rencana awal yang menghubungkan masjid dengan menara dan Alun-alun Kota Bogor akan dibuat tangga yang ramah disabilitas. Namun, karena anggaran Pemkot Bogor yang belum memungkinkan maka dibuat konsep seperti saat ini,” terangnya.
Bima Arya mengungkapkan, bahwa Masjid Agung Al Isra akan ada penambahan pembangunan lainnya untuk lebih menyempurnakan masjid tersebut.
“Ke depan akan ada penambahan tangga, akan ada penyempurnaan fasad, akan ada penambahan museum dan akan ada pembangunan taman yang lebih cantik lagi,” tandasnya.





