Rumpin Berduka, Warga Desak Pj Bupati Bogor Tanggungjawab Dua Nyawa Melayang Akibat Truk Tambang

Rumpin – Ratusan masyarakat melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Kecamatan Rumpin untuk mengenang dua nyawa melayang akibat truk pengangkut tambang.

Mereka melakukan unjuk rasa untuk menuntut pembatasan jam oprasional truk tambang pasca tewasnya dua orang pelajar SMP terlindas truk tronton Rabu 7 Agustus 2024 kemarin

Dalam aksinya, masa menggelar tabur bunga dan teatrikal di depan kantor kecamatan Rumpin, sempat membuat arus lalulintas tersendat hingga membuat antrian panjang truk tambang hingga pengguna jalan lain.

Koordinator aksi Ibnu Sakti Mubarok mengatakan, aksi ini sebagai refleksi bentuk solidaritas atas kejadian dua pelajar SMP yang merupakan warga Desa Sukasari yang terlindas kendaraan truk tronton.

Ia meminta Pj Bupati Bogor Asmawa Tosepu sebagai kepala daerah untuk tegas melaksanakan Perbup tentang jam oprasional truk tambang.

“Aksi ini sebagai kekecewaan kita sebagai masyarakat Rumpin, terkait tidak efektifnya Perbub Nomer 56 tahun 2023 tentang jam oprasional truk tambang,”ujar Sakti.

Ia mengatakan, aksi ini bertujuan menuntut penerapan jam oprasional truk tambang di wilayah kecamatan rumpin ini bisa di laksanakan baik.

Menurutnya, penerapan jam oprasional ini sebagai komitmen pengusaha transpoter dan pengusaha tambang bisa berjalan dengan kepentingan masyarakat.

“Banyaknya kecelakaan, karena banyaknya kendaraan truk tambang yang berlalulalang di jam yang seharusnya tidak beraktivitas,”ucap Sakti.

“Sehingga berimbas pada banyaknya korban kecelakaan lalulintas dengan truk tambang. Korban, dari ibu rumah tangga, para pekerja, dan anak sekolah serta para santri ini setiap tahun pasti ada,”terangnya.

Sementara itu Devi korban selamat kecelakaan lalulintas dengan truk tambang beberapa tahun lalu yang hingga saat ini masi menjalani pengobatan di Rumah Sakit.

Ia mengatakan, dirinya datang dalam aksi soledaritas ingin menyampaikan pesan agar tidak ada lagi korban kecelakaan dengan truk tambang seperti dua orang siswa kemarin.

“Jangan ada lagi seperti saya, kalau berkendaraan perlu hati – hati terutama bagi kendaraan besar dan bermuatan berat, sekiranya bisa pelan, ya pelan saja agar tidak ada lagi yang berduka seperti kemarin,”tutup Devi seusai aksi berlangsung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *