BOGORONLINE.com – Memperingati Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersinergi dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) melalui Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bogor menggelar Layanan Paspor Simpatik.
Bertempat di Ruang Paseban Suradipati, Balaikota Bogor, Sabtu (13/6/2026), layanan ini menargetkan kuota sebanyak 544 paspor, sesuai dengan angka usia historis Kota Hujan pada tahun ini.
Kegiatan yang ditinjau langsung oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, ini menjadi momentum langka bagi masyarakat. Pasalnya, selain mendapatkan kemudahan pengurusan dokumen perjalanan di luar hari kerja (weekend), warga juga berkesempatan masuk dan melihat langsung area kerja Balaikota Bogor yang biasanya hanya digunakan untuk agenda kedinasan maupun rapat formal pemerintahan.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kemenimipas dan Kantor Imigrasi Bogor atas terobosan pelayanan publik ini. Dedie menyebut kehadiran layanan paspor di hari libur sangat membantu memecahkan kendala waktu yang sering dihadapi oleh masyarakat produktif, pekerja kantoran, hingga kalangan pelajar pada hari kerja biasa.
“Alhamdulillah, momentum Hari Jadi Bogor ini membuat masyarakat bisa masuk ke ruangan kerja Balaikota yang jarang dikunjungi warga. Pelayanan ini memberikan akses kemudahan bagi masyarakat yang mungkin di hari kerja kesulitan mendapatkan izin dari atasan, atau anak-anak yang terkendala kesibukan untuk mengantar orang tuanya. Pemkot Bogor sangat terbuka dan siap jika layanan seperti ini rutin digelar, baik sebulan sekali atau tiga bulan sekali di hari libur,” ujar Dedie A. Rachim, Sabtu (13/6/2026).
Lebih lanjut, Dedie berharap kualitas dan kecepatan pelayanan keimigrasian dapat terus ditingkatkan demi mewujudkan pelayanan prima yang membahagiakan warga. Terlebih, kebutuhan paspor di Kota Bogor kian meningkat untuk berbagai keperluan strategis, mulai dari kepentingan sosial, urusan keluarga, ekspansi bisnis, hingga memfasilitasi perjalanan ibadah seperti haji dan umrah.

Di tempat yang sama, Direktur Visa dan Dokumen Perjalanan Kemenimipas, Eko Budianto, menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata dari komitmen instansinya dalam menggalakkan layanan paspor simpatik di akhir pekan. Eko mengakui, keterbatasan waktu pada hari kerja acap kali menjadi penghambat utama bagi masyarakat yang ingin mengurus dokumen perjalanan bersama keluarga secara lengkap.
“Pada momen hari Sabtu dan Minggu ini, kami mencoba memahami situasi dan kondisi masyarakat yang membutuhkan waktu lebih longgar. Kolaborasi ini adalah bentuk komitmen bersama untuk meningkatkan pelayanan publik. Kemenimipas melalui jajaran kantor imigrasi juga menyatakan kesiapannya untuk melakukan jemput bola, khususnya menjangkau wilayah yang aksesnya sulit maupun bagi warga lansia yang memiliki keterbatasan fisik untuk datang ke kantor imigrasi,” jelas Eko Budianto.
Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bogor, Ritus Ramadhana, mengaitkan kesuksesan agenda ini dengan semangat tema Hari Jadi Bogor tahun ini, yaitu Bogor Nanjeur. Menurutnya, Bogor Nanjeur mencerminkan keteguhan dan optimisme Kota Bogor dalam menghadapi berbagai tantangan zaman, yang diimplementasikan lewat kemudahan akses pelayanan publik bagi warga.
“Rangkaian kegiatan HJB yang dirancang Pemkot Bogor bersama mitra strategis merupakan hadiah nyata bagi masyarakat. Tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memberikan kemudahan akses pelayanan. Sebagai unit layanan di bawah Kemenimipas, kami berkomitmen penuh mewujudkan gagasan ‘Imigrasi untuk Rakyat’. Kami juga berterima kasih atas dukungan penuh Pemkot Bogor serta pihak sponsor dari Bank Mandiri dan Bank BRI sehingga layanan 544 paspor simpatik ini bisa berjalan lancar dan membawa manfaat langsung bagi warga,” pungkas Ritus Ramadhana.





