BOGORONLINE.com – Yayasan DT Peduli mengalokasikan bantuan senilai Rp973 juta untuk mendukung pengembangan program pemberdayaan masyarakat di Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor. Bantuan tersebut difokuskan pada pembangunan asrama tahfiz Al-Qur’an di Kampoong Ecopreneur serta penguatan program ekspor ubi ungu hasil panen petani lokal.
Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Executive Director DT Peduli, Jajang Nurjaman, dan Pendiri Kampoong Ecopreneur, Jamil Azzaini, di Kampoong Ecopreneur, Leuwisadeng, Kamis (2/7/2026).
Kerja sama itu menjadi langkah awal pengembangan kawasan yang mengintegrasikan pendidikan Al-Qur’an dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis kewirausahaan ramah lingkungan. Asrama tahfiz yang tengah dibangun ditargetkan mulai beroperasi pada November 2026.
Dalam sambutannya, Jamil Azzaini mengatakan Kampoong Ecopreneur membawa visi membangun kemandirian keluarga melalui konsep kewirausahaan berbasis lingkungan.
“Cita-cita besar yang diusung Kampoong Ecopreneur adalah mewujudkan konsep One Family One Ecopreneur, yakni satu keluarga memiliki satu entrepreneur berbasis ekologi,” kata Jamil.
Acara penandatanganan kerja sama turut dihadiri Ketua Yayasan DT Peduli M. Bascharul Asana, Director of Impact & Civilization DT Peduli Fahrizal Amir, Head of Division Impact & Civilization Dede Sugih Hartono, serta jajaran pengurus dari kedua lembaga.
Jamil menjelaskan Kampoong Ecopreneur mulai mengelola lahan seluas 1,7 hektare di Leuwisadeng sejak Desember 2025. Kawasan tersebut dipersiapkan sebagai pusat pemberdayaan masyarakat yang menggabungkan pendidikan berbasis nilai-nilai spiritual dengan pengembangan kewirausahaan.
Menurutnya, sejumlah fasilitas dasar telah dibangun, termasuk aula sementara untuk kegiatan pendidikan dan pertemuan. Sementara pembangunan asrama santri terus berjalan.
“Bantuan dari DT Peduli ini akan membuat program pemberdayaan masyarakat dan pembelajaran santri segera berjalan,” ujarnya.
Selain pembangunan sarana pendidikan, Kampoong Ecopreneur juga mengembangkan program budidaya ubi ungu bersama petani di Leuwisadeng. Hasil panen masyarakat nantinya akan dihimpun dan dipasarkan ke luar negeri, dengan target ekspor ke Singapura dan Malaysia.
Jamil berharap program tersebut mampu meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian sekaligus memperkuat identitas Leuwisadeng sebagai sentra produksi ubi ungu.
“Kami berharap Leuwisadeng ke depan dikenal sebagai salah satu sentra ekspor ubi ungu,” katanya.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan DT Peduli diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga tanpa mengabaikan aspek pelestarian lingkungan dan penguatan nilai-nilai spiritual.
Sementara itu, Executive Director DT Peduli Jajang Nurjaman menyampaikan bahwa kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya membangun generasi penghafal Al-Qur’an yang memiliki kemampuan ekonomi mandiri.
Menurutnya, dukungan para donatur memungkinkan berbagai program sosial dan pemberdayaan dapat diwujudkan untuk masyarakat Leuwisadeng.
“Karena sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi manusia lain,” kata Jajang.
Senada dengan itu, Director of Impact & Civilization DT Peduli, Fahrizal Amir, berharap sinergi kedua lembaga dapat melahirkan sumber daya manusia yang memiliki keseimbangan antara kompetensi keagamaan dan kemampuan berwirausaha.
“Kerjasama ini diharapkan melahirkan memberdayakan masyarakat dan kelak melahirkan santri-santri yang nantinya tidak hanya menghafal Al-Qur’an, tetapi juga dibekali keterampilan bisnis agar dapat menjadi agen perubahan di tengah masyarakat,” ujar Amir.
Melalui kerja sama tersebut, DT Peduli dan Kampoong Ecopreneur menargetkan Leuwisadeng berkembang menjadi kawasan percontohan pemberdayaan masyarakat berbasis pendidikan Al-Qur’an, kewirausahaan, dan ekonomi komunitas yang berkelanjutan.





