CIBINONG-
Persoalan transparansi dana Pekan Olahraga Daerah (PORDA) XIII, Jawa Barat (Jabar) 6-15 Oktober 2018 di Bumi Tegar Beriman makin meruncing yang pada sebelumnya Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (LAKPESDAM PCNU) Kabupaten Bogor meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun gunung, kini giliran warga Kabupaten Bogor dari tiga kecamatan bertanya-tanya.
Salah satu warga Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Cibinong Fajar Nurahman mengatakan, dirinya amat setuju bila KPK segera melakukan penyelidikan terkait anggaran yang berjumlah milyaran itu. Lantaran sampai saat ini saja pihaknya tidak pernah tahu bahwa ada Porda. Apalagi dananya yang nilainya sangatlah besar sekali.
“Bagi orang yang tidak mampu duit segitu bisa buat Se kampung kalau dibelikan beras. Coba Penagak Hukum cepat bertindak jangan sampai dananya lari kemana-mana,” tegasnya yang juga Ketua Komando (Kualisi pemuda Perindo ) Divisi politik dan kebijakan publik saat ditemui bogorOnline.com di Cibinong Selasa (2/10/18).
Lanjut warga Desa Karangasem Barat, Kecamatan Citeureup Sabar menambahkan, dirinya tidak mengetahui ada perhelatan Porda, karena memang tidak ada sosialisasi baik dari tingkat kelurahan sampai ke warga yang bisa berupa bahasa langsung dan spanduk ditempat tempat strategis.
“Itu baru kegiatan saja kita tidak tahu apalagi anggaran,” tegasnya.
Sambung Dede warga Desa Gandoang, Kecamatan Cileungsi menambahkan, dirinya amat kecewa dengan event olah raga itu yang digelar Kabupaten Bogor. Lantaran tidak transparan dananya serta kurangnya sosialisasi kepada masyarakat. Jangan sampai kegiatan olahraga malah jadi proyek cari untung segelintir oknum.
“Kalau begini bagaimana kita bisa merasakan kemeriahan Porda,” kata Pria yang juga Sekretaris Gandoang Pemuda Bersatu (GPS) saat dihubungi Wartawan hari ini.
Sebelumnya, pihak PB seraya melempar handuk ketika ditanya transparansi anggaran yang berjumlah milyaran untuk Pekan Olahraga Daerah (PORDA) XIII, Jawa Barat (Jabar) 6-15 Oktober 2018 di Bumi Tegar Beriman.
Hal itu seperti penjelasan dari Ketua Harian PB Porda Rustandi mengatakan, bila masyarakat meragukan soal keterbukaan dana Porda tersebut, adalah dana hibah bersama Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), karena bagian. Dan apakah anda pernah lihat APBD dipaparkan kepada warga mulai dari a,b sampai c. Sedangkan ranahnya dari pihaknya adalah, bagaimana penyusunan hibah itu sama saja dengan yang lainnya tidak berbeda.
“Seperti bahasan Dewan, Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) dan kemudian itu dipublikasikan juga. Cuman kalau secara detailnya AX rupiah tidak juga pada posisi itu,” kilah Rustandi saat ditemui bogorOnline.com usia menghadiri diskusi Kelompok Kerja Wartawan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor di lobi utama gedung Dewan Kamis (27/9/18).
Rustandi menambahkan, karena dana hibah titik beratnya dengan yang lain pada dasarnya sama, sehingga ranahahnya ketika dirinya ingin menyampaikan transparansi itu, pada saat APBD akan ditetapkan, yaitu ketika pada malam harinya dan itu sudah dipublikasikan. Jadi tidak pada posisi, misalkan dana ini, rapat ini sekian X rupiah tidak seperti itu yang harus dijelaskan oleh pihaknya.
“Itulah yang bisa saya jelaskan, seperti itu,” dalihnya.
Dinas Pemuda Dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor mulai bersuara terkait tidak transparannya Anggaran Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat (Jabar) Oktober yang diduga mencapai Rp.155 miliar di Bumi Tegar Beriman.
Kepala Dispora Pemkab Bogor Yusuf Sadeli mengatakan, mengenai kegiatan olahraga tersebut yang pertama perlu diketahui adalah itu hajat dari Jabar. Sedangkan Kabupaten Bogor hanya menjadi tuan rumah dalam perhelatan itu dan pihaknya sudah menyatakan siap guna acara tersebut.
“Mengenai dana yang diterima bersumber dari Jabar sekitar 10 miliar dan Kabupaten Bogor kurang lebih Rp 133 miliar,” katanya saat ditemui bogorOnline.com di kantornya.
Yusuf menambahkan, dana tersebut yang mana pihaknya sebagai penyelenggara sesuai degan Surat Keputusan (SK) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Propinsi Jabar yang telah dibentuk panitia (PB). Diketuai oleh Bupati Bogor Nurhayanti beserta Propinsi maupun kabupaten, untuk mengelola dana tersebut yang dialokasikan untuk kegiatan pertandingan nanti. Mulai dari pembukan, penyelanggaraan, perangkat pertandingan dan penutupan. Sehingga dirinya rasa semua sudah, diupayakan untuk transparan dana Porda kali ini.
“Ini semua sudah terang menderang,” tambahnya.(rul)





