Sukaraja – bogoronline.com – Dibandingkan kecamatan lain di Kabupaten Bogor, Kecamatan Sukaraja, bisa dibilang lebih maju, bahkan dapat dikatakan hampir sejajar dengan Kecamatan Cibinong, khususnya dalam soal rata-rata lama sekolah warganya.
Berdasarkan data Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) hingga tahun 2015 lalu, rata-rata lama sekolah di wilayah pimpinan Camat Aden Ma’mun Nawawi itu sudah mendekati 9 tahun tepatnya 8,91 tahun.
“Target 9 tahun wajib belajar pendidikan dasar tinggal 0,9 poin lagi tercapai, Insya Allah dengan dukungan semua elemen masyarakat, tahun 2018 nanti, target itu bakal terealisasi,” kata Camat Sukaraja, Aden Ma’mun Nawawi, Senin (23/05).
Aden mengatakan, selain itu, dibidang infrastruktur pendidikan, mayoritas bangunan atau gedung SD dalam kondisi layak. Apalagi untuk jenjang pendidikan SMP hingga SMA. “Alhamudulillah tiap tahun, Kecamatan Sukaraja selalu mendapatkan alokasi anggaran untuk perbaikan sarana pendidikan utamanya untuk gedung SD,” ujarnya.
Selain langkah perbaikan infrastruktur, kata Aden, kecamatan juga gencar mensosialisasikan program wajib belajar tahun dalam setiap rapat minggon bersama 13 kepala desa. Untungnya mayoritas warga kecamatan kami ini, sudah menyadari betapa pentingnya pendidikan lanjutan, sehingga tidak begitu sulit untuk mensosialisasikannya, meski di beberapa desa masih ada warganya yang mengangap, sekolah tinggi-tinggi tidak diperlukan, apalagi bagi kaum perempuan. “Ini menjadi pekerjaan rumah saya dan 13 kepala desa untuk menyadarkan warga yang masih menganggap pendidikan lanjutan bagi anaknya belum diperlukan,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Ade Munawaroh Yanwar menambahkan, untuk pembangunan dan perbaikan infrastruktur serta bidang lainya, pada tahun 2016 Kecamatan Sukaraja mendapatkan alokasi anggaran lumayan besar, yakni mencapai Rp 50 miliar.
“Besarnya alokasi APBD untuk Kecamatan Sukaraja patut disyukuri, ini semua dilakukan, karena kita ingin kecamatan yang berbatasan dengan Kota Bogor terlihat lebih maju, sebab Sukaraja menjadi pintu gerbang Kabupaten Bogor di wilayah tengah,” tandasnya. (zah)
Wajar Dikdas Belum Tercapai Infrastruktur Pendidikan Gencar Diperbaiki





