Mudik – bogoronline.com – dari hasil pantauan reporter mudik bogoronline.com, H minus tiga telah terjadi ratusan jumlah kecelakaan, Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Agus Rianto jumlah kecelakaan yang terjadi di H-3 mencapai 265 kecelakaan.
Dari 265 kecelakaan tersebut, Agus mengatakan jumlah korban meninggal dunia ada 53 orang, korban luka berat 99 orang, dan yang hanya mengalami luka ringan berjumlah 318 orang.
Berikut beberapa daerah titik rawan kecelakaan di beberapa wilayah Pulau Jawa.
@ – BANDUNG – Bagi Anda yang akan mudik dengan melintasi jalur di Kabupaten Bandung, Jawa Barat sebaiknya lebih meningkatkan kewaspadaan. Sebab, di sepanjang jalur tersebut ada tiga titik rawan terjadinya kecelakaan.
“Titik rawan itu ada di sekitar pos tangan (Nagreg), Jalan Cagak, dan dekat rumah makan Sugih Priangan (Desa Cikaledong),” kata Wakil Komandan Posko Nagreg, Ruddy Heryadi, Jumat (1/7/2016).
CIREBON- Sejumlah ruas jalan yang ada di Kabupaten Cirebon sejak Jumat (1/7) sudah ramai dilalui pemudik. Kapolres Cirebon mengimbau kepada para pemudik, baik itu yang menggunakan roda empat dan roda dua untuk lebih hati-hati saat berkendara.
Tak hanya itu, pemudik juga harus mengetahui titik-titik rawan kemacetan dan kecelakaan lalulintas yang ada di wilayah hukum Polres Cirebon, baik yang ada di jalur tol maupun di jalur pantura, termasuk jalur alternatif.
LAMONGAN – Menjelang arus mudik Lebaran 2016, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lamongan mengimbau kepada para pemudik yang melalui jalur utama untuk mewaspadai tiga titik rawan kecelakaan lalu lintas di jalur Lamongan – Babat.
“Titik rawan laka lantas itu ada di Jalan Lamongan – Babat km 4 Desa Plosowahyu, lalu di Jalan Lamongan-Babat kilometer 9 di Kecamatan Sukodadi, sama di Jalan Lamongan-Babat kilometer 21 Desa Gembong Kecamatan Babat,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan Bambang Hadjar, Kamis (30/6/2016).
Yogyakarta – Menjelang arus mudik Lebaran 2016, Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengimbau kepada para pemudik yang melalui jalur utama untuk mewaspadai 18 titik rawan terjadinya kecelakaan.
Direktur Lalu Lintas Polda DIY Komisaris Besar Polisi MA. Ritonga mengatakan, 18 titik rawan kecelakaan di antaranya di Kabupaten Kulonprogo, tepat di Jalan Jogja-Wates, Km 16,5, Jalan Wates-Jogja Km 3, Ngramah Pengasih, Jalan Purworejo-Wates, tepatnya di Demen-Temon dan Jalan umum Sukoreno hingga Sentolo.
Sementara di Kabupaten Bantul, titik rawan kecelakaan berada di Jalan Bantul-Melikan Lor, Jalan Srandakan-Bajang, Jalan Yogya-Parangtritis. Sedangkan di Kabupaten Gunungkidul, jalur rawan kecelakaan di Jalan Jogja-Wonosari Km 2-7, Jalan Karangmojo-Semin, Jalan Semanu-Ponjong.
Untuk Kota Yogyakarta, titik rawan kecelakaan di Jalan Kusumanegara, Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Magelang. Sementara titik rawan kecelakaan di Kabupaten Sleman di Jalan Jogja-Magelang Km 10-13, Jalan Wates Gamping Km 8-10, Jalan Lingkar Utara Km 7-12, Ring Road Utara dan Jalan Jogja-Solo Kmm 7-10.
Situbondo – Satuan Lalulintas Polres Situbondo, Jawa Timur mencatat ada lima titik rawan kecelakaan di jalur pantai utara. Sehingga petugas dari Polres serta Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika telah menambah rambu-rambu lalu lintas dan penerangan jalan untuk menekan angka kecelakaan.
“Menjelang arus mudik Lebaran, Polres Situbondo telah memetakan daerah-daerah rawan terjadinya kecelakaan. Selain karena kurangnya rambu dan penerangan jalan, lebar jalan di lima titik jalur tersebut juga tergolong sempit,” ujar Kepala Satuan Lalulintas Polres Situbondo AKP Evon Fitriyanto di Situbondo, Rabu (29/6/2016).
Lima titik yang rawan kecelakaan lalu lintas itu tersebar di sepanjang jalan raya Pantura Situbondo. Antara lain di jalan raya Desa/Kecamatan Kapongan atau KM 201 hingga 203 arah Surabaya, jalan raya Desa/Kecamatan Banyuglugur atau KM 146 hingga 148, arah Surabaya.
Selain itu di kawasan Hutan Baluran, yakni di jalan raya Desa/Kecamatan Banyuputih atau KM 229 hingga 231 arah Surabaya, dan jalan raya Desa Kalibagor, Kecamatan Situbondo atau KM 202 hingga 203 arah Surabaya, serta jalan raya Desa/Kecamatan Panji atau KM 196 hingga 197 arah Surabaya. (die/net.)





