BOGORONLINE.com, PARUNGPANJANG – Seorang emak-emak merengek meminta saluran air di lokasi proyek pondasi tepatnya di Kampung Cijapar RT 01/04 Desa Lumpang Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor.
Aksi seorang emak-emak yang belum diketahui namanya itu terekam kamera warga, vidio yang berdurasi 25 detik terdengar suara wanita yang sedang merengek di lokasi pengerjaan pondasi.
Dari keterangan salah satu warga Agus Kurniawan mengatakan, proyek pemasangan pondasi itu memang membuat resah masyarakat setempat lantaran acap kali membuat rumah warga kebanjiran.
“Terakhir sudah terjadi dua kali rumah kami kebanjiran. Ada sekitar 5 rumah warga yang jadi korban banjir. Kami sudah sampaikan protes, tapi pihak pengembang perumahan tidak peduli,”ungkapnya.
Kata Agus, warga sudah beberapa kali meminta pihak pengembang perumahan untuk terlebih dahulu membuat saluran air. Namun, keluhan tersebut diabaikan pihak pengembang.
Tak sampai disitu, para warga yang terdampak banjir juga sudah melaporkan hal ini kepada kepala Desa Lumpang agar ditindaklanjuti keluhan warganya.
“Kami minta bantuan aparat agar tidak terus dirugikan dan menjadi korban banjir dari dampak giat pembangunan perumahan tersebut,”katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Lumpang, M. Rodis Faisal mengakui jika Pemerintah Desa Lumpang telah menerima adanya keluhan dan protes dari warga terkait hal tersebut.
“Iya kami sudah dapat laporan dari warga. Kami juga sudah kirim surat resmi kepada pihak pengembang perumahan untuk minta penjelasan. Surat itu kami tembuskan juga ke kecamatan,”katanya
Menanggapi hal itu, Widi selaku pengembang perumahan mengatakan, pihaknya akan merespon terkait protes dari warga dan juga akan mengecek kebenaran persoalan permasalahannya.
“Untuk melakukan penangan, kita perlu cek ke lokasi dan saya akan konfirmasi ke pihak POD, karena penangananya di sana dan persoalan itu pasti nanti akan kami respon, “katanya. (Mul)





