BOGORONLINE.com, Bogor Selatan – Wali Kota Bogor Bima Arya turun langsung ke kawasan pembangunan double track kereta Bogor – Sukabumi tepatnya di wilayah Kelurahan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.
Kedatangan orang nomor satu di Kota Bogor itu didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Chusnul Rozaqi dan Camat Bogor Selatan Hidayatulloh berkaitan kondisi kerusakan jalan di kawasan tersebut.
“Sebetulnya ini sudah sejak akhir tahun lalu, makanya Pemerintah Kota Bogor menyurati pelaksana pekerjaan melalui Balai Teknik Perkeretaapian Jawa Barat pada Oktober 2021 untuk memperhatikan perbaikan jalan ini,” kata Bima Arya kepada awak media di lokasi, Selasa (15/3/2022).
Bahkan, dikatakan Bima Arya, ada kesepakatan dengan LPM se-Bogor Selatan pada Desember 2021. Kesepakatan itu menyepakati perbaikan jalan tidak hanya tambal sulam, tapi juga permanen.
Untuk itulah, dirinya akan kembali menyurati pihak terkait mengingat hingga saat ini akses jalan di kawasan tersebut di beberapa titik kondisinya masih rusak.
“Nah, sampai hari ini kami belum melihat itu. Jadi langkah kami akan kembali menyurati dengan mengingatkan kembali kesepakatan-kesepakatan ini. Nanti kami akan terus koordinasi dan pastikan diperbaiki dulu, karena ini sangat merugikan warga sekitar maupun yang mengakses jalan ini. Ada kemacetan yang ditimbulkan di sini setiap hari,” ujarnya.
Pada kesempatan ini, Bima Arya juga tak hanya menyoroti jalan rusak. Kata dia, dalam surat yang dilayangkan tersebut juga mengenai pembangunan Jembatan Penyebrangan Orang (JPO).
“Kami di surat itu ada permintaan pembangunan JPO juga. Ada tiga titik JPO untuk akses warga. Ini kami minta akselerasi juga. Sebetulnya dari kesepakatan, sebelum selesai (pembangunan double track). Februari kan harus sudah (selesai),” tegas Bima Arya.
Sementara itu, Camat Bogor Selatan Hidayatullah menjelaskan, bahwa ada beberapa titik jalan yang mengalami kerusakan. Diantaranya, Jalan RE Soemantadireja, Cipaku dan sebagian Batutulis.
Tak hanya kondisi jalan, imbuh Dayat, bangunan drainase di beberapa titik juga mengalami kerusakan. Hal itu dikarenakan akses jalan sering dilintasi oleh kendaraan berat.
Dirinya cukup apresiasi terhadap empat pelaksana pekerjaan yang sudah ada upaya untuk perbaikan jalan dengan tambal sulam, berikut perbaikan drainase. Namun perbaikan itu tak bertahan lama lantaran mobilitas di jalan tersebut cukup padat.
“Iya karena bangkitan lalu lintas di sini cukup padat sehingga kondisinya tidak bisa lama. Sehingga harapan LPM, tokoh pemuda dan kami dari Pemkot Bogor sebagaimana komitmen memohon kepada pelaksana untuk bisa memfungsikan jalan seperti semula, sebelum masa selesai pekerjaan jalur ganda ini,” kata Camat.
Ia mengatakan, untuk usulan warga terkait pembangunan JPO sendiri itu di wilayah Kelurahan Cipaku, Batutulis, Genteng dan Empang. Terang Dayat, mereka mengusulkan dibangunnya JPO untuk kebutuhan akses jalan warga terlebih sudah terpasang panel di area rel jalur ganda.
“Pastinya mereka tidak ada akses jalan untuk yang empat diusulkan itu, ketika dipasang panel. Sekarang kita masih menunggu tindak lanjutnya, tapi dari informasi terakhir mau proses lelang (JPO),” tandasnya. (Hrs)





