Apa itu Protein Sel Tunggal?

Ditulis oleh : Andri wahyuni
Mahasiswi program studi Magister (S2) Teknologi Pangan, FATETA IPB

BOGORONLINE.com – Protein merupakan salah satu zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Protein memiliki banyak kegunaan diantaranya sebagai sumber energi selain karbohidrat dan lemak, sebagai zat pembangun, membentuk enzim dan hormon, memperbaiki jaringan sel yang rusak, menjaga kekebalan tubuh dan lainnya.

Menurut Permenkes RI No 28 tahun 2019 kebutuhan harian protein pria dewasa sebanyak 65 gram dan kebutuhan protein harian wanita dewasa yaitu 60 gram. Meningkatnya populasi manusia maka membuat permintaan akan protein juga meningkat. Saat ini sumber protein banyak diperoleh dari hewani dan nabati. Sumber protein hewani didapatkan dari daging, ikan, telur, susu. Sedangkan protein nabati didapatkan dari tahu, tempe, almond, quinola, edamame dan lainnya.
How to Breathe Better During Cold-Weather Running | Fitness | MyFitnessPal clenbuterol tablets australia buy bodybuilding steroids 5000iu hcg lake travis crisis ministries.
Sektor pertanian dan peternakan merupakan penyumbang emisi gas rumah kaca. Pertanian dan peternakan melepaskan emisi gas metana (CH4), karbon dioksida (CO2), dinitrogen dioksida (NO2). Pada sektor pertanian emisi gas tersebut dihasilkan dari kegiatan budidaya padi, pemupukan, pembakaran biomassa dan penggunaan pupuk urea.

Sedangkan pada sektor peternakan dihasilkan dari kotoran dan eruktasi hewan. Peternakan menghasilkan emisi gas rumah kaca 25 kali lebih banyak dibandingkan pertanian. FAO (Food and Agriculture Organization) tahun 2021 mencatat bahwa hewan sapi menyumbang emisi 5.024 gigaton CO2 ekivalen, babi sebesar 819 gigaton CO2 ekivalen, dan ayam pedaging sebesar 790 gigaton CO2 ekivalen. Efek rumah kaca yang berlebihan akan menyebabkan pemanasan global dimana suhu bumi akan mengalami kenaikan yang ditandai dengan mencairnya es di kutub, meningkatknya ketinggian permukaan air laut, rusaknya ekosistem dan perubahan iklim yang ekstrim. Mengingat dampak besar yang dihasilkan oleh pemanasan global dan untuk mewujudkan Sustanaible Development goals (SDGs) yang merupakan tujuan dari negara-negara di dunia, maka perlu mencari alternatif sumber protein yang lain seperti protein sel tunggal (PST).

Protein sel tunggal adalah protein yang diproduksi oleh mikroorganisme seperti alga, jamur, khamir dan bakteri. Protein sel tunggal memiliki kandungan protein yang tinggi yaitu sekitar 30-65% tergantung pada organismenya. Selain mengandung protein yang tinggi, PST juga mengandung karbohidrat, asam nukleat, lemak, vitamin dan mineral. PST dapat dimanfaatkan untuk suplemen, bahan makanan manusia dan hewan yang tinggi protein. Protein sel tunggal dapat menjadi alternatif pengganti protein karena tidak memerlukan lahan yang luas, air yang banyak, tidak bergantung variasi iklim dan musim sepanjang tahun untuk produksinya serta tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca ke lingkungan.

Contoh mikroorganisme yang sering dimanfaatkan untuk produksi protein sel tunggal yaitu Methylophilus methylitropous, Bacillus megaterium, Acinetobacter calcoacenticus, Acromobacter delvaevate, Aeromonas hydrophilla, Methylomonas methylotrophus, Thermomonospora fusca, Flavobacterium species, Pseudomonas fluorescens, Spirulina maxima, Chlorella species, K. fragilis, Fusarium venenatum dan Paecilomyces varioti. Beberapa protein sel tunggal sudah dibuat secara komersil seperti tahun 1960-an, Fusarium venenatum memiliki tekstur yang mirip dengan daging dan berhasil dipasarkan pada tahun 1985 dengan merek dagang Quorn™.

Contoh lain dari protein sel tunggal yang sudah dikomersilkan yaitu penggunaan jamur berfilamen Paecilomyces variotii untuk memproduksi protein pakan dari cairan bekas pabrik pembuatan pulp sulfit di Finlandia. Jenis protein sel tunggal ragi Torula (Candida utilis), juga menunjukkan potensi yang sangat besar karena sudah memiliki persetujuan regulator makanan.

Pembuatan protein sel tunggal bisa dengan memanfaatkan limbah yang digunakan sebagai media pertumbuhan untuk meningkatkan massa sel. Proses pertama yang dilakukan adalah fermentasi kemudian biomassa yang terbentuk dapat dipanen dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber protein. Kemudian sumber protein tersebut dilakukan teknik pemrosesan lanjutan yaitu pemurnian, cell disruption dan pencucian yang diikuti dengan ekstraksi protein untuk memberikan tingkat produksi yang tinggi dengan hasil yang lebih baik.

Mikroba dapat tumbuh pada berbagai substrat termasuk limbah dari industri pertanian pangan, CO atau metana membuatnya menjadi sumber protein berkelanjutan yang baik untuk konsumsi manusia dan hewan. Meskipun penggunaan limbah pertanian pangan sebagai substrat pertumbuhan mikroba terdengar menarik, tetapi hal tersebut dapat menyebabkan transfer atau akumulasi kontaminan beracun seperti pestisida atau logam berat ke dalam biomassa yang dihasilkan. Penggunaan sumber karbon bermutu tinggi seperti glukosa dapat dipastikan kualitas dan keamanannya meskipun biaya produksinya lebih mahal.

Meskipun protein sel tunggal produksinya lebih mudah dan efisien dibandingkan dengan protein nabati ataupun protein hewani. PST tetap memiliki beberapa kekurangan diantaranya dapat memproduksi beberapa senyawa beracun yang berdampak serius pada kesehatan hewan dan manusia, suplemen diet terkadang menyebabkan alergi, jumlah besar asam nukleat yang dihasilkan bersama dengan protein dapat menyebabkan masalah kesehatan dan proses produksi protein membutuhkan kondisi standar sterilisasi yang tinggi.

Meningkatnya populasi manusia membuat kebutuhan akan protein juga meningkat. Protein sel tunggal merupakan protein yang dapat dijadikan alternatif pengganti protein nabati dan hewani. Namun, tingkat keamanannya harus ditinjau lebih jauh dan harus dibuat regulasi mengenai PST sehingga penggunaannya dapat terjamin keamanannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *