Cibinong – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kabupaten Bogor memastikan tidak ada calon Pengawas Pemilu tingkat kecamatan (Panwascam) yang dispesialkan.
“Semua (Calon) diperlakukan sama, tidak ada yang spesial,” kata Ketua Bawaslu kabupaten Bogor, Irvan Firmansyah, Senin (26/9/2022).
Ia menyebut, semua calon Panwascam akan melalui sejumlah tahapan untuk diseleksi siapa yang pantas menjadi Panwascam untuk pemilu 2024 mendatang.
“Kita berlakukan sama, semua ikut seleksi administrasi, tes tulis dan wawancara. Semua tahapan harus dilewati (Calon Panwascam)” ungkapnya.
Ia berharap, Panwascam yang terpilih nantinya, mampu mengedepankan profesionalitas mengawal pemilu 2024 mendatang.
“Harapannya bisa bekerja dengan baik, profesional, dan berintegritas,” ucapnya.
Sementara, Koordinator Hukum, Humas dan Data Informasi Bawaslu kabupaten Bogor, Naotalia Apapyo mengatakan bahwa proses rekrutmen Panwascam per Senin (26/9/2022) sudah ada sebanyak 415 orang pendaftar.
Jumlah tersebut merupakan pendaftar dari 343 laki-laki dan 72 pendaftar dari kaum perempuan. Berdasarkan persentase, jumlah pendaftar didominasi oleh kaum laki-laki sebanyak 82,7 dan pendaftar perempuan masih di 17,3 persen.
Pendaftar yang dimulai pada 21 September dan diakhiri pada 27 September 2022 ini dimungkinkan akan diperpanjang masa pendaftaran. Sebab, kata Nao, keterwakilan perempuan untuk menjadi Panwascam belum memenuhi kuota minimal 30 persen dari jumlah Panwascam se-Kabupaten Bogor.
“Jika dalam proses perekrutan panwascam belum tercapai 30 persen keterwakilan perempuan, maka masa rekrutmen akan diperpanjang,” ungkapnya.
Kata Nao, Bawaslu memberikan ruang kepada kaum perempuan serta organisasi perempuan di Kabupaten Bogor untuk berpartisipasi dalam kegiatan Pemilu. Bahkan, Bawaslu mengajak kaum perempuan ikut serta sebagai penyelenggara pemilu di semua tingkatan.
“perempuan tidak boleh apatis, harus melek politik. Bukan saja sekadar menyalurkan hak pilih untuk memilih wakil rakyat, namun juga mengawal agar proses pemilu tidak terciderai kecurangan dalam pemilu. Maka dari itu, perempuan harus makin berdaya dan bahkan bisa menggali potensinya menjadi kader perubahan,” ungkapnya.





