Kota Bogor – bogorOnline.com
Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor H. Deni Surya Senjaya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi galian boring pipa HDPE 700 mm di Jalan Merdeka Kota Bogor.
Kedatangan Deni, tak lain ingin melihat langsung pengerjaan proyek pemasangan pipa tahap pertama dari Reservoir Merdeka ke pertigaan jalan Tentara Pelajar – RE Martadinata dan Jalan Merdeka. Namun Deni terkejut saat melihat ada galian sedalam delapan meter di depan Kantor Dinas Sosial dan Transmigrasi Kota Bogor dengan penahan dinding tanah dari balok-balok kayu.
“Galian ini terlalu dalam, sampai delapan meter. Ini bahaya kalau longsor. Daerah ini arus lalu lintasnya sangat padat, apalagi sekarang sudah mulai masuk musim hujan. Ini sangat rawan,” kata Deni kepada pelaksana yang mengerjakan proyek tersebut.
Pemasangan pipa HDPE 700 mm ini menggunakan sistem boring Horizontal Directional Drilling (HDD). Teknik ini memang memungkinkan tinggi galian sedalam 6-8 meter. Namun melihat tingginya risiko keselamatan kerja, Deni memerintahkan kontraktur membuat galian baru dengan kedalaman 3-4 meter sepanjang 40 meter dan mencari lokasi koneksi di titik tertinggi. Tentunya dengan teknik boring yang sama.
“Saya tidak mau mengambil risiko. Memang pelayanan pelanggan jadi prioritas PDAM, tapi keselamatan pekerja juga harus diutamakan,” tegasnya.
Deni menambahkan, pihaknya mengucapkan permohonan maaf apabila pengerjaan proyek pengembangan jaringan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor ini mengganggu kenyamanan masyarakat dan pengguna jalan. Pemasangan pipa HDPE 700 mm ini merupakan salah satu program pengembangan jaringan dan perbaikan sistem pengaliran di zona IV.
“Kami banyak menerima laporan keluhan pelanggan di wilayah Yamin, Kayumanis, Cimanggu dan sekitarnya. Proyek inilah salah satu solusinya. Insya Allah jika semua pipa sudah terpasang, pelayanan air bersih di daerah tersebut akan lebih baik,” pungkasnya.(bunai)





