Halakah Ulama Rakyat, Ormas Anti Pancasila Bubarkan Saja

bogorOnline.com

Disadur dari salah satu media online nasional, para ulama dan kiyai dalam Halaqah Tabayyun Konstitusi Ulama Rakyat sepakat meminta pemerintah untuk membubarkan organisasi masyarakat yang anti Pancasila. Namun, pembubaran tetap dilakukan secara beretika.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Mizan Majalengka, Maman Imanul Haq menjelaskan, para ulama dalam Halaqah Tabayyun Konstitusi Ulama Rakyat sepakat ormas yang anti-Pancasila harus dibubarkan. Identifikasi ormas anti-Pancasila itu sudah dilakukan. Tapi, tetap dibutuhkan klarifikasi melalui aparat dan ulama.

“Di samping pembubaran, ada penelaahan bertahap sampai sejauh mana ormas itu menyebarkan kebencian akan NKRI, Pancasil, dan adu domba,” kata Maman, usai Halaqah tersebut di Kemayoran, Jakarta, Selasa (29/11/16).

Meminta klarifikasi dulu jauh lebih utama karena ulama juga tidak suka ada pembungkaman atas hak bicara warga. Di satu sisi, ulama tak ingin NKRI diinjak-injak tapi juga tidak mau hak warga negara dibungkam.

Identifikasi sudah dilakukan dan jumlah ormas anti-Pancasila ini puluhan jumlahnya. Mereka melakukan gerakannya secara sistematis dan punya koneksi dengan jaringan internasional. Rekomendasi hasil halaqah ini akan disampaikan ke BNPT dan Densus 88 agar mereka tidak hanya memburu kelompok teroris, tapi melihat akar persoalannya.

“Terorisme selalu berawal dari radikalisme. Dan radikalisme ini, berawal dari puritanisme. Puritanisme ini seperti terus menggunakan teks agama untuk menyebarkan kebencian dan adu domba. Mereka melemahkan pemerintah, walau dengan teks,” ujar pria yang juga anggota Komisi VIII DPR RI itu.

Dikatakan mamang, kalau televisi dan radio ormas anti-Pancasila ini dibiarkan, maka anak-anak muda berubah dan berani membangkang termasuk kepada orangtua. Dia curiga, teroris sebenarnya dipelihara dan baru ditangkap saat ada momen. “Padahal, Indonesia tidak boleh digadaikan. Semua tahu sejarah NU dalam menerima Pancasila sebagai asas Indonesia, kalimat pemersatu di dalamnya,” tegasnya.

Ada pula usulan, pembubaran juga tidak melanggar hak berserikat yang dijamin konstitusi, tapi dengan bertanya langsung. Juga sulit bubarkan ormas yang tidak berizin. Tapi, ada yang menjalankan hate speech dan melakukan Suriah-isasi. Mereka menyampaikan dakwah kebencian.

“Kalau deradikalisasi tidak efektif, maka Halaqah Ulama menawarkan deradikalisasi ala pesantren, termasuk mereka yang sudah dihukum. Pesantren siap membina mantan teroris untuk bisa kembali membaur dengan masyarakat,” ucap dia.

Pengasuh Pondok Pesantren Pesantren Terpadu Al Yassini Areng-Areng Wonorejo, Pasuruan KH Mujib Imron juga menyatakan, semua ulama dalam pleno Halaqah Tabayyun Konstitusi Ulama Rakyat sepakat ormas yang anti-Pancasila harus dibubarkan. Ini tegas kareana ada di Pembukaan UUD 1945. Sudah jadi konsensus, Pembukaan UUD 1945 tidak bisa diubah. “Maka, kalau anti-Pancasila harus dibubarkan,” katanya.(rul)

Comments