Polisi Tetapkan 12 Tersangka Pembakaran Kantor GMBI

CIBINONG- Polres Bogor menetapkan 12 tersangka perusakan kantor Sekretariat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) yang dilakukan simpatisan Front Pembela Isalam (FPI), Jumat (13/1) dini hari hari kemarin.

Kapolres Bogor, AKBP Andi M Dicky menegaskan, 12 tersangka ditetapkan berdasarkan olah tempat kejadian perkara yang digelar Jumat sore kemarin.

“Dari 20 orang yang ditangkap, kami tetapkan 12 orang sebagai tersangka. Sementara delapan orang lainnya dibebaskan karena tidak cukup bukti yang memberatkan,” kata Dicky, Sabtu (14/1).

Para tersangka diyakini telah bekerjasama untuk merusak bangunan kantor tersebut, seperti mendobrak hingga membakar barang-barang yang ada di lokasi, Desa Tegalwaru, Kecamatan Ciampea.

Para tersangka masing-masing berinisial MY (28) dan MAB (28) yang berprofesi sebagai guru. Sementara yang lain tercatat sebagai pelajar, yakni A (19), SB (22), W (18), AY (22) dan MHH (18). Lima tersangka lainnya berusia dibawah 18 tahun, yakni I, IF, RH, MR dan NY.

“Para tersangka yang masih dibawah umur akan diprioritaskan penyelesaian kasusnya. Sesuai dengan UU perlindungan anak. Mungkin mereka terprovokasi informasi yang belum jelas kebenarannya,” kata Dicky.

Kepolisian, kata Dicky, masih mengembangkan penyelidikan untuk mengetahui provokator yang menggerakkan puluhan simpatisan FPI melakukan perusakan kantor GMBI. Apalagi, FPI menyangkal tindakan tersebut berdasarkan instruksi pimpinan organisasinya, saat pertemuan dengan polisi, Majelis Ulama Indonesia dan GMBI di Mapolres Bogor.

Petugas pun juga telah mengumpulkan barang bukti dari lokasi seperti satu unit sepeda motor yang terbakar hingga batu dan kayu yang dipakai untuk merusak. Para tersangka dijerat Pasal 170 KUHP Tentang Perbuatan Kekerasan Terhadap Orang dan Barang dan Pasal 187 Tentang pembakaran. (Cex)

Comments