Dishub Pemkab Bogor Muslim: Kendaraan Umum Modifikasi, Kirnya Bakal Ditahan

CIBINONG-

Bagi pemilik kendaraan umum di wilayah Bumi Tegar Beriman baik itu Angkutan Kota (Angkot) dan bak terbuka. Bila melakukan perubahan kendaraanya. Seperti memasang knalpot bising, menceperkan ban sampai mengganti velg tak sesuai standar, maka akan dikenai sanksi berupa penahanan KIR.

Hal itu seperti penjelasan dari Kepala Bidang Keselamatan pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor Muslim Akbar mengatakan, memang bila ada kendaraan umum yang melakukan perombakan, tidak sesuai standar akan dikenakan penahanan, berdasarkan Pasal 48 ayat 1, 2 dan 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009, tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan. Pertama setiap kendaraan bermotor yang dioperasikan di jalan harus memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan. Persyaratan teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas, susunan, perlengkapan, ukuran, karoseri, rancangan teknis kendaraan sesuai dengan peruntukannya, pemuatan, penggunaan, penggandengan kendaraan bermotor dan penempelan kendaraan bermotor.

“Persyaratan laik jalan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan oleh kinerja minimal kendaraan bermotor yang diukur sekurang-kurangnya terdiri atas. Emisi gas buang, kebisingan suara, efisiensi sistem rem utama, efisiensi sistem rem parkir,kincup roda depan, suara klakson, daya pancar dan arah sinar lampu utama, radius putar, akurasi alat penunjuk kecepatan, kesesuaian kinerja roda dan kondisi ban dan kesesuaian daya mesin penggerak terhadap berat Kendaraan,” kata Muslim saat ditemui bogorOnline.com di meja kerjanya Senin (28/8/17).

Muslim menambahkan, terkait tentang kendaraan yang tidak sesuai aturan tersebut maka ketika hendak diujikan pada Dishub Pemkab Bogor. Sudah tentu dinyatakan tidak lulus. Dikerenakan Kendaraan itu sudah tidak lagi standar dan dirubah-rubah, itu yang menjadi masalah. Secara otomatis pengujiannya dapat ditunda. Dengan begitu pihaknya meminta kepada seluruh pemilik angkutan umum yang sudah melakukan modifikasi harap mengembalikan, sesuai aturan yang ada.

“Karena semuanya guna memberikan keselamatan, keamanan dan kenyamanan. Baik untuk si pemiliknya maupun orang lain,” tegasnya.(rul)

Comments