Wooooooow Anggaran DPR Naik Rp 1 Triliun

bogorOnline.com-

Sekretariat Jenderal Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengajukan anggaran untuk tahun 2018 sebesar Rp 5,7 triliun ke Kementerian Keuangan.

Angka itu meningkat sekitar Rp1 triliun lebih dibanding anggaran tahun sebelumnya karena DPR ingin mengeksekusi perencanaan penataan kawasan parlemen yang sudah disepakati di sidang paripurna pada 2015.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan pihaknya masih ‘meminta’ anggaran dengan mengajukan ke Kementerian Keuangan. Permintaan atas nama Setjen DPR itu sendiri sudah didasarkan kepada serapan anggaran tahun sebelumnya.

“Ada yang sinis kepada DPR dan disebut angkanya Rp 7,2 triliun. Yang benar adalah Rp 5,7 triliun,” kata Fahri, Kamis (10/8).

Sebagai ketua Tim Implementasi, Fahri mengingatkan sudah menginformasikan hal tersebut di forum resmi paripurna dan disepakati secara aklamasi.

“Itulah yang kemudian mulai masuk anggarannya untuk perencanaan dan untuk realisasi,” kata Fahri.

Bagi Fahri, DPR adalah infrastruktur demokrasi, maka seharusnya tak dibandingkan dengan kebutuhan dana oleh pemerintah untuk pembangunan infrastruktur umum.

“Jadi tak usah kita mengadu-adu. Penataan kawasan parlemen ini juga untuk kepentingan, kesejahteraan rakyat, kemajuan rakyat, untuk kemajuan peradaban demokrasi,” jelasnya.

Kata Fahri, pihaknya akan terus melaksanakan perbaikan di DPR. Salah satunya sudah membawa hasil dimana sebuah lembaga asal Jerman, GIZ, menilai DPR RI sebagai Parlemen paling terbuka se-Asia Tenggara.

Kepala Biro badan kerjasama Antar Parlemen (BKSAP), Endah, menjelaskan hasil riset GIZ terhadap DPR itu didapat dari mengecek kesesuaian laporan dengan dokumen-dokumen yang mendukung, kelengkapan laporan anggaran tahunan, dan pertanggungjawaban pemerintah kepada parlemen.

“Raihan kita semua paling atas. Satu-satunya aspek yang di bawah negara lain cuma dari Singapura, untuk aspek pelaporan pemerintah. Kalau di Singapura lamanya empat bulan dan di Indonesia enam bulan,” jelas Endah.(rul)

Sumber: BeritaSatu.com

Comments