Kadisdik Sebut SMPN 1 Parungpanjang Sekolah Unggulan di Kabupaten Bogor

 

PARUNGPANJANG – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Bogor, TB .A. Lufti Syam, menyebut SMPN 1 Parungpanjamg adalah salah satu sekolah SMP unggulan yang dimiliki Kabupaten Bogor. Hal ini disampaikan saat melaksanakan sosialisasi Permendikbud No 75 tahun 2016 tentang Komite dan pembagian surat tugas untuk guru tidak tetap (Tendik) yang ada di dua Kecamatan yakni Parungpanjang dan Tenjo.

Dari data yang dihimpun bogoronline.com, jumblah guru yang menerima surat tugas untuk se Kecamatan Tenjo sebanyak 310 guru penerima dan se Kecamatan Parungpanjang sebanyak 4 ratus guru penerima di Gedung SMPN 1 Parungpanjang, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, Kamis, 14/9/2017.

“Sebagai sekolah menengah pertama negeri SMPN 1 Parungpanjang ini salah satu sekolah unggulan yang di miliki Kabupaten Bogor. Selain menjadi unggulan untuk Kabupaten Bogor, SMP Negeri 1 Parungpanjang ini menjadi kiblat dari wilayah Barat dan Utara,” ujarnya, Kamis (14/9)

Lalu, kata Lufti, SMPN 1 Parungpanjang ini unik, lantaran berdekatan dengan Kabupaten Tangerang Banten dan Kota Tangerang Selatan Provinsi Banten. Karena itu, SMPN 1 Parungpanjang menjadi wajah pendidikan Kabupaten Bogor yang ada diperbatasan dua daerah tersebut. “SMPN 1 Parungpanjang ini menjadi etalase persoalan pendidikan di Kabupaten Bogor,” ujarnya.

Dalam momen musyarawah bersama wali murid Lufti mengutarakan, sekolah SMP Negeri itu bukan berati tidak punya masalah, pasti mempunyai masalah. Sebagai contoh dari 58 tenaga pendidik yang menjadi PNS nya itu hanya 15 persen tidak sampai 20 persen. “Sedangkan jumlah rata-rata PNS di Kabupaten Bogor itu 35 persen. Sekarang guru honor yang di sebut Tendik honor, didalamnya ada operator , TU dan penjaga sekolah termasuk di dalamnya, karena sekolah tidak bisa tumbuh kalau tidak ada yang mereka dan tidak tumbuh juga kalau tidak ada penjaga sekolah makanya kita menyebut Tendik honor,” katanya.

Perlu dipahami sebagai Tendik honor itu, dari penjaga sekolah sampai dengan kepala sekolah (Kepsek), di Kabupaten Bogor ada 36 persen sudah honor. “Sangat di sayangkan di wilayah Kecamatan Parungpanjang ini terbilang lebih parah lagi, dengan adanya jumlah guru PNS tidak sampai dari 20 persen, artinya hampir 80 persen yang non PNS, “Paparnya. (mul)

Comments