Pedagang Petasan Pasar Sukasari di Sidak Polisi

 

 

Bogor – bogorOnline.com

 

Mengantisipasi kasus kebakaran yang melanda pabrik kembang api di Desa Cengklong, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, pada Kamis, 26 Oktober 2017 terulang kembali, Pihak Kepolisian Kota Bogor mengadakan sidak kepada pedagang petasan. Sidak pedagang petasan pun di laksanakan di Pasar Sukasari (30/10/17).

 

Kepala Unit Pasar Sukasari, Sri Karyatno membenarkan adanya kegiatan sidak tersebut, menurutnya adanya sedikit identifikasi oleh pihak kepolisian kepada pedagang petasan di Pasar Sukasari. Hal tersebut merupakan substansi awal peledakan di pabrik petasan Kabupaten Tangerang.

 

“Pihak yang berwajib mendata bahkan mengambil sampel untuk identifikasi bahan – bahan yang membahayakan,  kami (PDPPJ-red) sebagai pengelola Unit Pasar Sukasari sangat mendukung dengan adanya kegiatan sidak tersebut sehingga menjadikan kondisi pasar dan sekitarnya kondusif,” tutur Sri.

 

Sri melanjutkan, sidak tersebut juga menekankan kepada bentuk pembinaan dan pemberitahuan hal – hal atau bahan – bahan yang membahayakan.

 

“Pedagang petasan hanya ada satu di pasar sukasari,  dan petasan ini dilihat dari kemasan dan menurut pedagangnya merupakan stok lama, kami (PDPPJ) sebagai pengelola dalam hal pembinaan atas bahan – bahan berbahaya lebih memberikan arahan kepada pedagang untuk tidak menjual barang tersebut, kecuali ada bahan – bahan yang sifatnya standarisasi kepada petasan itu sendiri,” ujarnya.

 

Sri menambahkan, syukur Alhamdulillah, sampai saat ini tidak ada petasan ataupun yang bahan – bahannya bersifat membahayakan, kami juga pantau terus bilamana pedagang menjual petasan yang melebihi ambang batas ledakan petasan.

 

“Kami juga terus membina pedagang agar tidak menjual barang tersebut,” tambah Sri.

 

PDPPJ juga sebagai pengelola pasar akan terus bersinkronisasi dan bersinergi dengan pihak penegak hukum untuk memberantas bahan – bahan peledak atau yang membahayakan.

 

“PDPPJ akan terus memantau dan mengawasi agar pedagang tetap bisa berjualan tetapi tidak membahayakan lingkungan sekitar,” pungkasnya. (Nai)

Comments