Hari Ini, Komisi C Panggil Kembali Semua Kontraktor Proyek Empang-Pancasan-Pasir Kuda

Bogor – bogorOnline.com

Banyaknya kejanggalan dan amburadulnya pekerjaan proyek betonisasi di sejumlah titik lokasi di wilayah Kota Bogor, akan menjadi konsentrasi jajaran Komisi C DPRD Kota Bogor dalam mengungkap dan mengupas permasalahan pembangunan betonisasi jalan di Kota Bogor.
Komisi C akan menggelar rapat bersama dengan mitra kerjanya yakni Dinas PUPR dan para pengusaha pemenang proyek proyek pembangunan betonisasi jalan di Kota Bogor, Senin siang.

Ketua Komisi C DPRD Kota Bogor, Laniasari mengatakan, dalam rapat nanti akan dibedah semuanya kaitan pembangunan pembangunan betonisasi jalan di Kota Bogor. Kalau dalam rapat sebelumnya sebanyak 5 perusahaan kontraktor tidak hadir, diharapkan dalam rapat nanti, mereka hadir semua, sehingga semua substansi kaitan pembangunan itu akan bisa dijelaskan.

“Kita akan kupas semua substansi pekerjaan proyek pembangunan betonisasi jalan itu. Intinya rapat kerja nanti akan membahas secara menyeluruh, baik soal pekerjaan beton nya, peranan para pengusaha di lapangan, termasuk adanya permasalahan permasalahan yang terjadi, seperti beton yang rusak dan retak-retak di Empang,” kata Laniasari.

Ia juga akan menitikberatkan pembahasan terkait amburadulnya pekerjaan beton di Jalan Empang hingga Pancasan, karena kenyataan dilapangan, beton yang rusak dan retak itu bukan hanya di Empang saja, tetapi lokasi lainnya juga ada yang mengalami kerusakan dan retak-retak. Berdasarkan informasi, beton yang mengalami kerusakan parah di Empang sudah diperbaiki, jadi nanti akan ditanyakan evaluasi soal itu juga.

“Naah, soal beton yang sudah diperbaiki itu, kita akan bahas semuanya nanti di rapat kerja,” jelasnya.

Sedangkan Anggota Komisi C Ardiansyah menegaskan, soal pelaksana yang bertanggungjawab pada pembangunan beton di Empang hingga Pancasan, nanti akan dipertanyakan, apakah ada kuasa direksinya, kemudian nanti akan ditanyakan juga peranan dari para tenaga ahli di masing-masing perusahaan.

“Kita akan kupas terkait pemesanan bathing plan apakah dari satu perusahaan atau berbeda beda. Karena titik kerusakan itu bukan hanya di Empang saja, tetapi di titik lainnya juga banyak yang retak,” tegasnya.

Dengan pembongkaran ulang di jalan Empang, bukan berarti masalah selesai. Karena di lokasi betonisasi sepanjang jalan Empang sampai Cibalagung, jalan pemda, dan jalan Cimahpar kondisi nya sama pada retak retak juga. Patut dipertanyakan juga nanti soal Sertifikat Keahlian TehnikĀ (SKT) dan Surat Keterangan Ahli (SKA).

“Pasca pengecoran perbaikan beton di Empang itu nanti akan kita tanyakan. Karena kunci keretakan diduga pasca pengecoran tidak di siram air, dimana proses pengeringannya tidak merata sehingga terjadi keretakan, bukan diakibatkan dibuka yang belum umurnya,” pungkasnya.

Sebelumnya, proses lelang hingga dilaksanakannya pekerjaan, harus diawasi serius karena dikhawatirkan bahkan diduga terjadi banyak penyelewengan atau perbuatan melawan hukum maupun tindakan korupsi.

Ketua Satgas Kadin Kota Bogor, Agus Lukman mengatakan, dalam proses lelang seharusnya diadakan saksi lelang, agar dalam tahapan proses itu tidak terjadi kecurangan. Karena ketika lelang sudah dicurangi, maka akan sangat berpengaruh kepada proses pekerjaannya.

Menurut Agus, meski Pemkot Bogor sudah memberlakukan proses lelang menggunakan Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), tidak menjamin proses lelangnya berlaku sportif.

“Kita sering meminta agar di setiap lelang itu ada saksi, tetapi Pemkot selalu mempercayakan sepenuhnya kepada sistem LPSE, sehingga kecanggihan sistem itu bergantung kepada pokja atau operatornya,” jelasnya. (Nai)

Comments