PPP dan PKS, akan Rajut kembali Kebersamaan dalam Pilwalkot 2018

Bogor – bogorOnline.com
Pertemuan silaturahmi dan komunikasi politik dilakukan dua partai sangat berpengaruh di Kota Bogor, diantaranya Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Ketua DPD PKS Kota Bogor Atang Trisnanto didampingi jajaran pengurus diantaranya Jajat Sudrajat, Najamudin, Abuzar, Teguh Rihananto, Adityawarman, Karnain Asyhar, Ani Sumarni,  Dewi Mulyati, Lili, Angga, dan lainnya, menyambangi sekretariat kantor DPC PPP Kota Bogor di Jalan Ahmad Yani, Selasa (14/11/17) sore.
Kedatangan rombongan PKS diterima langsung Ketua DPC PPP Kota Bogor Zaenul Mutaqin didampingi sejumlah pengurus diantaranya Riana Puspitasari, Achmad Aswandi, Ardiansyah, Dede Sopian, Baher Sudrajat, Rachmat Imron Hidayat dan lainnya. Acara silaturahmi dilakukan dengam berdialog seputar agenda agenda politik kedepan, diantaranya dalam menghadapi Pilwalkot Bogor 2018 mendatang.
Ketua DPC PPP Kota Bogor, Zaenul Mutaqin mengatakan, kebersamaan dan komunikasi antara PPP dan PKS sangat baik, bahkan sebenarnya PPP dan PKS memiliki sejarah saat Pilwalkot 2013 lalu, dimana PPP dan PKS bersama sama berkoalisi mengusung pasangan Achmad Ru’yat dan Aim Halim Hermana. Terkait Pilwalkot Bogor, lanjut Zaenul, DPP PPP sudah mengintruksikan agar PPP menggunakan partai sendiri untuk digunakan oleh kader terbaik maju di Pilwalkot.
“Pengalaman sangat berharga yang mendasari PPP membangun koalisi untuk Pilwalkot 2018 mendatang. Koalisi antara PPP dan PKS yang sudah pernah terbangun dulu, akan menjadi pelajaran dan evaluasi, sehingga di Pilwalkot 2018, PPP harus memenang,” kata Zaenul.
Terkait kunjungan DPD PKS Kota Bogor, merupakan bagian kebersamaan dan merupakan upaya mencari formula untuk memenangkan Pilwalkot Bogor 2018.
“Kami saling menjajaki terkait kemungkinan kemungkinan berkoalisi antara PPP dan PKS, karena banyak kesamaan platfom dan misi berbasis umat Islam. Kita akan ihtiar untuk mementukan koalisi partai dulu, soal figur pasangan calon, bisa ditentukan nanti setelah terbangun kesepahaman dan kesepakatan,” jelasnya.
Untuk Pilwalkot nanti, lanjut Zaenul, harus atas dasar ibadah dan merubah Kota Bogor menjadi lebih baik dan menjadikan Kota Bogor sebagai kota agamis serta modern, karena Kota Bogor juga harus mengikuti perkembangan jaman kedepan.
“PPP siap maju mengusung kader sendiri dan memenangkan Pilwalkot Bogor 2018. Komunikasi politik terus kita lakukan dengan sejumlah partai politik di Kota Bogor,” ucapnya.
Sementara, Ketua DPD PKS Kota Bogor, Atang Trisnanto memuji Ketua DPC PPP Zaenul Mutaqin yang dinilainya sudah berlevel Wali Kota. Atang menjelaskan, salahsatu faktornya adalah karena Kang ZM sudah diterima dan didukung oleh Mantan Perdana Mentri Malaysia Mahathir Muhammad untuk maju di Pilwalkot Bogor 2018.
“Kami berencana dan bermaksud dengan datang ke DPC PPP ini untuk memfollow up silaturahmi yang sudah disiapkan dan disusun sebelumnya. Ini langkah membangun kesepahaman untuk Pilwalkot, Pileg dan Pilpres dalam membangun situasi yang kondusif agar menghasilkan kepemimpinam terbaik nanti,” katanya.
Menjelang Pilwalkot Bogor bahwa PKS mempunyai sebuah keinginan dan harapan untuk berkoalisi keumatan atau bekerjasama dengan PPP, untuk melahirkan alternatif kepemimpinan yag bisa dipilih masyarakat, karena potensi dari PPP dan PKS sangat layak memimpin di Kota Bogor pada Pilwalkot 2018.
“Hasil pertemuan dengan PPP ini, ada sejumlah kesimpulan dan kita bersepakatan menindaklanjuti dalam forum lebih kecil dan konstruktif agar kesepakatan bisa di lanjutkan kedepannya,” paparnya.
Kalau melihat koalisi Jawa Barat dan Nasional memang sudah terbiasa antara PKS dan PPP tidak bersatu, tetapi untuk Pilwalkot Bogor karena yang di usung figur, maka tidak bermasalah. Kemungkinan masih ada peluang bersama sama antara PKS dan PPP di Pilwalkot nanti.
 “Semoga ada kerjasama antara PKS dan PPP pada Pilkada Kota Bogor. Kalau menemukan celah dan takdir untuk bergabung, maka PKS siap bergabung dengan PPP. Saya yakin apabila PKS dan PPP bergabung, maka akan menjadi kekuatan besar dalam menghadapi Pilkada Kota Bogor 2018 nanti,” harapnya.
DPD PKS Kota Bogor serius untuk berkoalisi bersama PPP dalam Pilwalkot Bogor 2018. PKS mengajak PPP untuk kepemimpinan solutif di Kota Bogor. PKS juga tidak ingin ada kotak kosong di Pilwalkot, tetapi harus ada kotak besar agar kepemimpinan di masyarakat bisa terakomodir dengan baik.
 “Kita ingin ada kotak besar dalam Pilkada nanti, agar masyarakat bisa memilih pemimpin terbaiknya untuk Kota Bogor lima tahun kedepan,” tandasnya.
Wakil ketua bidang politik PPP, Rachmat Imron Hidayat menambahkan, terkait Pilkada Kota Bogor, PPP sudah menetapkan Ketua DPC Zaenul Mutaqin maju sebagai calon Wali Kota Bogor. Suara kyai dan ulama merupakan perwakilan suara rakyat. Tanpa ada restu dari kyai dan ulama, maka tidak ada artinya maju dalam politik apapun.
“Kami memandang Kang ZM merupakan sosok paling tepat menjadi Wali Kota Bogor mendatang. Kami solid mendukung Kang ZM untuk Pilkada Kota Bogor 2018, termasuk dukungan dan keinginan para kyai, ulama di Kota Bogor,” pungkasnya. (Nai)

Comments