WARGA KELUHKAN MACET KARENA PROYEK INFRASTRUKTUR

TAJURHALANG – Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Pemkab Bogor sedang melaksanakan berbagai proyek pembangunan dan peningkatan infrastruktur jalan dan jembatan di berbagau wilayah kecamatan. Kegiatan ini memang positif dan dinanti warga, namun disayangkan akibat kegiatan ini warga masyarakat terpaksa harus terjebak kemacetan yang parah. “Seringkali kemacetan terjadi cukup lama bahkan sampai hitungan jam. Hal ini karena semrawutnya pengaturan buka tutup jalan.” keluh Teguh (48) warga Tajurhalang yang ditemui awak media saat terjebak macet di simpang Pasar Selasa Desa Tajurhalang Kecamatan Tajurhalang.

 

Dia menuturkan, macetnya jalan selain karena sikap tidak sabar para pengendara kendaraan, juga akibat tidak adanya petugas resmi pengatur lalu lintas. “Pengatur lalu lintas yang ada hanya warga sekitar. Itupun karena mereka hanya ikut mencari rejeki. Soal derita akibat kemacetan, tentu bukan urusan nomor satu bagi mereka.” paparnya. Sementara pantauan awak media ini, kemacetan parah akibat pelaksanaan dan pengerjaan proyek infrastruktur jalan dan jembatan, hampir terjadi di semua titik kegiatan dari berbagai eilayah kecamatan.

 

Hal ini juga mendapatkan perhatian dari Paul Azhar, aktifis LSM yang terus intens mengamati geliat pembangunan Kabupaten Bogor, khususnya di wilayah bagian utara. “Hampir semua titik pelaksanaan proyek infrastruktur berdampak kemacetan parah. Ini juga perlu diperhatikan, karena merugikan masyarakat. Salah satunya terbuangnya waktu kerja,” tegasnya. Paul menandaskan, kemacetan terjadi karena kurangnya sosialisasi dan koordinasi lintas sektoral dari para pelaksana kegiatan dan penanggung jawab proyek dari unsur dinas di Pemkab Bogor. “Seharusnya pihak PUPR dan penyedia jasa, melakukan sosialisasi dan kootdinasi yang lebih konkrit dengan Dishub dan Polri. Sehingga warga pengguna jalan tidak dirugikan.” tandasnya. (Mul)

Comments