DPRD Tantang Bima Arya Serius Tutup THM

bogorOnline.com

Rencana Wali Kota Bogor Bima Arya yang akan menutup Tempat Hiburan Malam (THM) bermasalah di Kota Bogor, mendapat apresiasi berbagai pihak. DPRD Kota Bogor merespon positif rencana itu, namun keseriusan Walikota menutup THM itu masih dipertanyakan oleh pihak legislatif, karena sudah beberapa kali ada THM menimbulkan permasalahan, tetapi pihak eksekutif Pemkot Bogor tidak melakukan tindakan tegas.

Ketua DPRD Kota Bogor Untung W Maryono masih meragukan keseriusan Walikota untuk menutup THM bermasalah di Kota Bogor.

“Pemkot Bogor belum pernah mengeluarkan ijin untuk diskotik, jadi kalau mau ditindak tegas, bukan hanya THM bermasalah saja yang ditutup, tetapi diskotik juga harus di tutup,” kata Untung kepada wartawan, Senin (22/1/18).

Menurut Untung, selama ini sering terjadi peristiwa keributan hingga menimbulkan korban jiwa di lokasi THM. Jadi banyak THM bermasalah, dan sudah sepantasnya ditindak tegas.

“Kita mendukung langkah Walikota yang akan menindak tegas THM THM di Kota Bogor. Jadi jangan hanya berjanji saja, tetapi segera laksanakan penindakan tersebut,” tegas Untung.

Terpisah, Ketua Komisi A DPRD Kota Bogor, Achmad Aswandi mengatakan, Pemkot Bogor harus segera memeriksa seluruh ijin THM yang ada di Kota Bogor, termasuk tempat karoke. Memang persoalan ijin untuk THM ini sangat klasik dan Pemkot Bogor.

“Perijinan itu produk Pemkot Bogor karena mereka yang mengeluarkan. Kalau sekarang mereka (Pemkot) juga yang mempertanyakan, ini sangat aneh. Karena seharusnya mereka yang tahu, dan ketika usaha itu tidak ada ijinnya, maka sudah seharusnya ditindak tegas,” kata Kiwong panggilan akrab politisi PPP ini.

Ia menambahkan, peristiwa yang terjadi di sekitar kawasan THM Lipss Club, bukan yang pertama kali terjadi, karena sebelumnya juga pernah beberapa kali terjadi peristiwa perkelahian hingga menyebabkan korban, baik korban luka luka hingga meninggal dunia.

“Jangan hanya ketika ada THM bermasalah, Pemkot Bogor langsung bergerak memeriksa THM dan mempertanyakan perijinannya, tapi di Kota Bogor juga banyak THM bermasalah, baik kaitan perijinan maupun jam operasionalnya. Semuanya harus ditindak tegas, jangan sampai ada tebang pilih,” tandasnya.

Senada, anggota Komisi A, Jenal Mutaqin meminta agar keberadaan THM di Kota Bogor dikendalikan. Contohnya di wilayah Kecamatan Bogor Timur, banyak sekali tempat karoke baru. Bahkan dalam tiga bulan terakhir, ada 3 THM karoke di Kota Bogor diantaranta TJ Star di Kelurahan Baranangsiang Kecamatan Bogor Timur, Inul Vista di Kelurahan Pakuan dan Zoom di Kelurahan Muarasai, Kecamatan Bogor Selatan.

“Harus dikendalikan keberadaan THM itu, baik diskotik maupun tempat karoke, karena semakin kesini keberadaannya semakin banyak. THM ini banyak mudhorotnya, jadi Pemkot Bogor jangan hanya satu dua THM saja yang ditindak, tetapi semuanya juga harus ditindak tegaa. Tegak kan aturan Perda sebenarnya terhadap pihak pihak yang melakukan pelanggaran,” pungkasnya. (Nai)