18 Tahun Tergolek Lemah Diatas Kasur, Mila Butuh Perhatian

Zaenul Minta Dinkes Kota Bogor Segera Turun Tangan

bogorOnline.com

Selama 18 tahun lamanya, Mila Azhari (18) hanya bisa tertidur di atas kasur di rumahnya. Penyakit radang selaput otak yang menyerangnya sejak lahir, menjadikan tubuhnya tidak berkembang dan sejumlah indra yang di milikinya tidak dapat digerakan atau tidak bereaksi. Gadis yang tinggal di Kampung Cilendek Timur, RT 02/03, Kelurahan Cilendek Timur, Kecamatan Bogor Barat ini, terlihat pasrah, karena sebagian anggota tubuhnya tidak dapat digerakan.

Mulutnya tidak bisa bicara, matanya tidak dapat melihat, tubuhnya tidak bisa duduk dan berdiri. Tetapi telinganya bisa mendengar walau tidak jelas. Namun harapan besar terpancar dari wajah Mila yang setiap hari hanya bisa tertidur tak berdaya. Akibat penyakit yang di deritanya, Mila hanya memiliki berat badan 11 kilogram.

Keprihatinan ditunjukan Calon Wakil Walikota Bogor nomor satu, Zaenul Mutaqin didampingi istrinya Rivani Anwar Mutaqin, ketika melakukan kampanye di hari ketiga dengan blusukan ke wilayah Kelurahan Cilendek Timur. Zaenul berkunjung dan menemui Mila di rumahnya. Wajah sedih terlihat dari politisi PPP itu ketika mendekati tubuh Mila yang tergolek lemah dan tidak bisa diajak berbicara itu.

“Sakit apa bu ini, badan nya sampai kecil, padahal usianya 18 tahun. Ini sampai lemah tidak berdaya begini,” ujar Zaenul menanyakan kepada pihak keluarga Mila.

Ibu Mila, Rosita akhirnya mengungkapkan bahwa anaknya itu menderita penyakit radang selaput otak sejak lahir. Berbagai perjuangan sudah dilakukan dengan membawa Mila ke rumah sakit, dari mulai RS di Bogor seperti RS PMI hingga ke RSCM Jakarta. “Anak saya menderita radang selaput otak, jadi tubuhnya kecil dan tidak bisa menggerakan badannya,” ungkap Rosita.

Lanjut Rosita, ketika berobat ke RSCM hingga usia ke 7 tahun, pihak RSCM menyarankan agar Mila tidak berobat lagi dan disuruh menunggu waktu saja, karena usia nya tidak akan lama lagi menurut dokter. Namun Allah memberikan mukjizat nya, anak saya umurnya panjang sampai hari ini sudah 18 tahun. Tetapi sejak bayi hingga saat ini, asupan makan yang diterima hanya bubur bayi nesle atau susu saja, karena tidak mau menerima makanan keras seperti nasi.

“Setiap hari hanya makan bubur bayi dan susu aja, pokonya yang encer encer. Kalau makanan keras tidak mau dia nya,” ujarnya.

Ditengah kondisi anaknya yang sakit keras itu, menurut Rosita sampai saat ini belum ada perhatian dari Pemerintah Kota Bogor maupun Dinas Kesehatan. Perhatian adanya dari pihak Kementrian Sosial RI yang sudah beberapa kali memberikan bantuan, untuk popok dan beli makanan, itupun bantuan tidak rutin setiap bulan.

“Kalau dari Pemkot Bogor atau Dinas Kesehatan belum ada. Yang pernah datang kesini dan memberikan bantuan adalah dari Kementrian Sosial. Kami memang mengharapkan bantuan untuk kehidupan sehari hari Mila,” harapnya.

Mendengar hal itu, Cawawalkot Zaenul Mutaqin mengungkapkan keprihatiannya. Seharusnya Pemkot Bogor melalui Dinas Kesehatan yang memiliki kader di Puskesmas, ikut menangani warga yang menderita radang selaput otak ini. Walaupun saat ini sudah jarang berobat ke rumah sakit, tetapi masih banyak kebutuhan kebutuhan lain yang harus dibantu oleh Pemerintah Kota Bogor.

“Harusnya Pemkot Bogor hadir dan membantu warga yang sedang mengalami musibah ini. Pihak Dinas Kesehatan juga wajib turun tangan dan menangani persoalan ini, apalagi sekarang ada RSUD, pasien ini bisa dibawa rutin untuk diperiksa kesehatannya ke RSUD. Ini menjadi perhatian kita bersama untuk membantu warga Kota Bogor,” jelas Zaenul. (Nai)

Comments