Warga Pamoyanan Apresiasi Program Bogor Caang, Bima Arya – Dedie Rachim Akan Tuntaskan di Periode Kedua

bogorOnline.com

Calon Walikota dan Wakil Walikota Bogor nomor urut 3, Bima Arya – Dedie A Rachim kembali melakukan gerilya di Bogor Selatan, hari ini. Bertemu warga di Lapangan Cikaranjang, RW 3, Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan, Bima-Dedie menyampaikan sejumlah programnya. Bima Arya berkomitmen akan memfokuskan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan Penerangan Jalan Umum (PJU).

Hasan (45), salah satu tokoh masyarakat di wilayah tersebut meminta kepada Bima – Dedie agar melanjutkan program Bogor Caang. Sebab, kata dia, di daerahnya masih banyak jalan-jalan yang minim oleh penerangan.

“Selain RTLH, saya minta kepada Kang Bima dan Kang Dedie untuk melanjutkan program Bogor Caang. Karena jalan-jalan disini seperti jalan lingkungan, jalan-jalan kecil dan gang kecil masih banyak yang gelap. Ini juga supaya remaja- remaja disini tidak mojok ke tempat gelap,” kata Hasan kepada Bima – Dedie.

Menjawab permintaan ini, Bima Arya- Dedie Rachim menjelaskan bahwa keinginan warga Ciranjang, Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor sejalan dengan program utama Bima – Dedie.

“Lima tahun kedepan saya bersama kang Dedie mau menuntaskan segala persoalan di Kota Bogor. Program paling utama ialah pembangunan RTLH. Disini siapa yang rumahnya masih kebocoran kalau hujan? Kalau rumahnya yang kebanjiran siapa?,” kata Bima sambil bertanya kepada warga.

Selain RTLH, penerangan jalan um dan lingkungam pun jadi prioritas program Bima – Dedie yang termasuk dalam program Bogor Merenah.

Dalam program tersebut, pasangan Bima – Dedie bakal
merealisasikan pembangunan jalur pedestrian yang terintegrasi di pusat kota, pembangunan kampung wisata dan jalan lingkungan di kelurahan untuk pengembangan wisata.

Selain itu, pasangan petahan ini pun bakal merevitalisasi pasar tradisional. Penataan Pasar Bogor, Sukasari, Cumpok, Kebon Kembang, TU dan Jambu Dua dan melanjutkan program kampungku bersih dan hijau. 100% sambungan air, 0% kawasan kumuh, 100% sanitasi lingkungan. (Nai/ist)