Urusan Transmart, Dirut PDAM Sebut Nama Rino

PDAM Siap Komersilkan Lahan Miliknya Asal Perizinannya Sudah Lengkap

bogorOnline.com

Pembangunan Transmart Tajur sampai saat ini masih dalam proses kepengurusan perizinan di dinas terkait di Pemkot Bogor. Meski pihak Transmart tetap ngotot melakukan kegiatan pembangunan. Pembangunan Transmart itupun akan terganjal oleh adanya lahan milik PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor yang harus digunakan sebagai akses pintu masuk atau keluar Transmart.

Keberadaan lahan milik PDAM di lokasi rencana pembangunan Transmart, saat ini sangat vital dan menentukan rencana pembangunan Transmart. Diduga lahan milik PDAM itupun akan dikomersilkan kepada pihak Transmart.

Dirut PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, Deny Surya Sanjaya mengaku, bahwa memang ada lahan milik PDAM di dekat lokasi Transmart Tajur. Bahkan Transmart sudah berbicara secara lisan akan menyewa lahan tersebut.

“Secara lisan sudah pernah dikatakan pihak Transmart, bahwa mereka akan menyewa lahan PDAM. Tapi sampai saat ini belum ada kelanjutan informasi lagi,” kata Dirut.

Terkait sewa menyewa lahan, Deny menjelaskan, bahwa lahan itu memang milik PDAM, selama kesepakatan kerjasamanya jelas dan menguntungkan, maka tidak bermasalah lahan itu disewakan. Kerjasama sewa menyewa dilakukan secara tahunan dan nanti akan dibuat MoU antara PDAM dengan Transmart. Kerjasama itupun atas seizin dan persetujuan owner PDAM yaitu Walikota Bogor (Bima Arya). Ia juga menyebutkan, bahwa dari PDAM yang menangani persoalan itu ada di tangan Dirum PDAM Tirta Pakuan yakni Rino Indira G.

“Selama izin dari Pemkot Bogor sudah selesai dan disetujui, berarti bangunan itu diizinkan untuk supportingnya mungkin nanti kita sewa menyewa dalam jangka berapa tahun. Terpenting selama tidak mengganggu pipa PDAM, maka tidak akan masalah disewakan lahan itu. Persoalan ini ada di Dirum yang menanganinya,” jelas Deny.

Terkait masalah pipa, Deny memaparkan, disana ada 2 pipa besar yang terbuat dari steel dan kalau bebannya terlalu tinggi, maka akan rentan terhadap beban tekanan vertikal yang bisa menyebabkan crack (retak). Dampaknya suplai air ke zona 4 akan terganggu. Dilokasi zona 4 ini mencakup sekitar 80% pelanggan PDAM. Dengan adanya pipa itu, maka lahan yang akan dikerjasamakan dengam Transmart juga hanya boleh digunakan untuk lintasan orang dan maksimal dilintasi oleh motor. Sedangkan apabila dilewati oleh kendaraan, apalagi kendaraan berat seperti truk, dikhawatirkan akan merusak pipa dan menggangu suplai air ke zona 4.

“Kalaupun lahan itu jadi dikerjasamakan ke pihak Transmart, harus ada penguatan pake beton agar pipa PDAM akan terlindungi oleh beton, sehingga tekanan tidak akan langsung ke pipa. Untuk akses perijinan seharusnya tidak ke kita, tapi ke warga setempat, kalo PDAM intinya selama ijin dari Pemkot Bogor sudah ada, kita akan perkuat itu dengan cover beton dan design dari kita,” ungkapnya.

Deny juga mengaku, pernah melihat siteplane yang ditunjukan pihak Transmart menyangkut lahan PDAM yang akan dikerjasamakan.

“Kalau lihat siteplane dari pihak Transmart, akses pintu masuk dan keluar, cuma untuk lewat aja. Saya minta bebannya tidak boleh tinggi karena ada pipa kita, kalau PDAM selama konstruksi kita minta ada penguatan dan pipa kita tidak boleh terganggu. Itu saja intinya,” pungkasnya. (Nai/ist)

Comments