Balita di Leuwiliang Diduga jadi Korban Pencabulan

Cibinong – Seorang balita berinisial WH (4) diduga menjadi korban pelecehan seksual. Warga Desa Leuwimekar, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor ini diduga mengalami kekerasan seksual yang dilakukan oleh YH (17) dan dibantu oleh 4  terduga pelaku lainnya.

Ibu korban, ND menuturkan, kejadian yang dialami anaknya tersebut sudah dilaporkan ke RT setempat. “Sudah saya laporkan ke ketua RT, kemudian ke Polres Bogor,” kata ND.

Menurut ND, kronologis memilukan yang menimpa putrinya, bermula saat dirinya kaget melihat celana dalam anaknya penuh dengan bercak darah pada Jumat (13/4/18) sekitar pukul 05.00 WIB yang lalu.

“Saya tanya kepada anak saya apa yang dialami tapi dia hanya diam, akhirnya saya menunggu suami pulang sore harinya. Kemudian kami bawa periksa ke bidan, namun bidan menyarankan agar memeriksakan ke RSUD Leuwiliang, lalu sesampainya disana, petugas RSUD mengatakan biaya visum sekitar Rp 1 Juta, jadi kami mengurungkan,” tambahnya.

Namun demikian, setelah ditanya oleh NS yang juga bibi dari korban, WH mengakui bahwa kemaluannya ditusuk menggunakan sebilah bambu kecil oleh YH bersama empat terduga pelaku, ada yang membuka celana dalam dan ada juga yang memegang tangan dan kaki korban.

“Dari pengakuan keponakan saya Kemaluannya ditusuk menggunakan bambu kecil oleh teman pengajiannya, sehingga alat kelamin WH sakit dan bengkak,” ungkap NS.

NS menambahkan, dirinya membawa WH kembali ke RSUD Leuwiliang, namun pihak RSUD menyarankan untuk meminta surat pengantar dari pihak kepolisian.

“Karena saya tidak memahami, akhirnya saya meminta tolong kepada relawan Dewan Pembina Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP)  Kabupaten Bogor untuk mendampingi membuat laporan ke Polres Bogor,” imbuh NS.

Dewan Pembina JPKP Kabupaten Bogor Azhari menerangkan, pihaknya akan terus mengawal kasus dugaan perbuatan cabul dan kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur yang menimpa WH. “Kami sudah melaporkan hal ini kepada unit PPA Polres Bogor, dan kami akan terus mengawal hingga tuntas,” kata Azhari.

Kanit PPA Polres Bogor IPTU Irene ketika dikonfirmasi membenarkan adanya laporan dugaan pencabulan yang dialami oleh WH. “Betul, kami masih terus melakukan penyelidikan dan masih dalam proses pemeriksaan,” singkatnya. (adi)