KTP Tercecer di Bogor, Ini Penjelasan Kapolres dan Kemendagri

Cibinong – Hasil penyelidikan kasus KTP yang tercecer di Salabenda, Jalan Raya Kemang, Kabupaten Bogor, yang terjadi pada Sabtu (26/05/2018) kemarin, merupakan KTP rijek yang tengah dipindahkan ke gudang penyimpanan milik  Kemendagri di Semplak, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor.

Kapolres Bogor AKBP Andi Moch Dicky mengatakan, bahwa setelah memonitor viralnya foto KTP yang tercecer pada Sabtu (26/05/2018), ajaran Polres Bogor langsung mencari TKP dan memulai penyelidikan dan berhasil menemukan objek KTP di Gudang Kemendagri.

“Kami telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi – saksi sebanyak 17 orang termasuk Staf Ditjen Dukcapil Kemendagri dan sopir kendaraan yang mengangkut barang tersebut,” kata Kapolres Bogor AKBP Andi Moch Dicky saat memberikan keterangan pers di Mapolres Bogor di Cibinong, Senin (28/05/2018).

Menurutnya, berdasarkan olah TKP, bahwa benar telah dilaksanakan kegiatan pemindahan barang – barang Inventaris Ditjen Dukcapil Kemendagri termasuk KTP yang reject dan atau rusak tidak dapt digunakan lagi. “Pemindahan barang Inventaris tersebut dilengkapi juga dengan dokumen surat jalan dan resmi,” ujarnya.

Adapun barang barang yang dipindahkan antara lain Inventaris seperti meja, kursi, lemari dan barang tidak terpakai lainnya yang secara berkala dilakukan.

“Diantara barang yang tidak terpakai tersebut adalah KTP yang sudah tidak dapat  digunakan karena rusak,” ungkapnya.

Lebih lanjut Kapolres menjelaskan, bahwa pelaksanaan pemindahan barang berasal dari kantor Disdukcapil di Pasar Minggu Jakarta Selatan ke gudang Kemendagri di Semplak Kabupaten Bogor.

“Proses perpindahan barang di laksanakan menggunakan jasa ekspedisi pengangkut barang, yang start sekitar pukul 10.15 WIB. Pada saat melintasi  perempatan Salabenda, barang pindahan berupa KTP yang tidak dapat dipergunakan tersebut terjatuh secara tidak sengaja sebanyak dua kardus karena penempatannya pada bak truck yang tidak pas,” jelasnya.

Ia menambahkan, kronologis kejadian tersebut, pada saat KTP yang tidak terbakar atau rusak tersebut jatuh, sopir kendaraan yang mengangkut kemudian turun dan dibantu dengan warga sekitar untuk mengumpulkan KTP yang jatuh tersebut dan dimuat kembali ke dalam truk.

“Nah pada saat mengumpulkan KTP itulah, salah seorang pengguna jalan kemudian mendokumentasikan kejadian tersebut dan meviralkannya,” imbuhnya.

Selanjutnya, ekspedisi tersebut melanjutkan perjalanan dan sampai di gudang Kemendagri  untuk kemudian KTP diturunkan kegudang secara lengkap. “Bahwa berdasarkan hasil penyelidikan, tidak terdapat perbuatan melawan hukum atas kejadian tersebut,” katanya.

Salah satu KTP yang rusak yang sempat viral di Medsos.

Sementara itu, Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakhrullah menjelaskan, bahwa KTP Yang tidak dapat dipergunakan tersebut dikumpulkan dari berbagai daerah yang mengembalikan KTP yang tidak dapat digunakan untuk mendapat penggantian bahan material yang baru.

“KTP yang viral itu merupakan KTP yang rusak data nya atau non valid meskipun secara fisik bagus dan KTP yang rusak, yang berasal dari Sumatra Selatan, Banyuwangi dan Sulawesi Barat kebetulan berasal dari satu bundle KTP pengembalian,” jelas Zudan.

Zudan mengungkapkan, pada tahun 2010 – 2014 semua e-KTP dicetak di Jakarta. Bila ada kerusakan, Dinas Dukcapil daerah akan mengembalikan ke pusat. “Itu kenapa KTP di daerah kok ada di Jakarta,” ungkapnya.

Ia menambahkan, bahwa permasalahan KTP yang tercecer tersebut merupakan kesalahan input data tanggal lahir, pencetakan tidak sempurna, material KTP yang rusak, chip tidak terbaca dan lainnya.

“Ini merupakan kesalahan teknis, dan kami akan melakukan pembenahan, menjadi bahan evaluasi bagi staf kami, dan petugas ekspedisi sudah kami black list untuk tidak menggunakan jasa nya lagi,” imbuhnya.

Untuk pemusnahan KTP tersebut, imbuh nya, belum dapat dilaksanakan karena KTP termasuk dokumen / barang spesifik yang pemusnahannya harus dilindungi aturan, sementara aturan atau SOP nya belum ada.

“Untuk selanjutnya, kami akan memotong sisi kanan pada KTP yang rusak, sehingga tidak ada lagi yang menimbulkan keraguan, tapi belum di musnahkan,” tukasnya. (adi)