Nyari Solusi Saat Ada Masalah, Kades Dikuliahi Kepemimpinan

SUKARAJA-

Bisauh kepala desa bersama beberapa kelompok masyarakat dari Jogyakarta, Jawa Tengah, Bali dan Bangka Belitung belum lama ini diajari ilmu dasar tentang kepemimpinan atau leadership yang berlangsung di Institute Learning BCA, Sentul dan di salah satu resort di kawasan Desa Gunung Geulis, Kecamatan Sukaraja. “Tujuh kepala desa yang mengikuti pelatihan kepemimpinan ini merupakan binaan perusahaan,” kata Executif Vice President CSR BCA Inge Setiawati, kepada Wartawan.

Inge mengatakan, tujuan dari pelatihan kepemimpinan ini, agar para kepala desa memiliki kemampuan yang cakap dan mampu memberikan solusi, ketika menghadapi masalah.
“Desa yang kita bina itu sebelum merupakan desa yang biasa saja, kendati wilayahnya memiliki potensi, satu diantaranya wisata. Nah, BCA tertarik dan hadir membantu dengan memberikan berbagai pelatihan dan kepemimpinan menjadi pelatihan tingkat paling atas bagi kepala desa,” ujarya.

Inge menyebutkan, tujuh desa yang dibina itu, tarap kehidupan masyarakatnya mulai terangkat. Keberadaan destinasi wisata yang ada di desa menjadi pendorong utama, kehidupan mereka lebih meningkat dari sebelumnya. “Desa yang sudah maju tetap kita pantau, bahkan keberhasilan mereka membangun desa kita tularkan kedesa-desa lainnya,” katanya.

Kepala Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rizal yang menjadi peserta mengatakan, pelatihan yang diselenggarakan BCA banyak membantunya, saat memimpin desanya.

“Sekarang ini perlahan tapi pasti, desa yang saya pimpin kemajuannya mulai terlihat, tarap kehidupan masyarakat pun beranjak naik, setelah keberadaan kawah Gunung Ijen kita mamnfaatkan, sebagai destinasi wisata unggul desa,” katanya.

Sebelumnya kata Rizal, tak pernah terpikir, kalau destinasi wisata kawah Gunung Ijen bisa mendatangkan manfaat bagi kehidupan warga desa.Ini disebabkan terbatasnya kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM). “Keadaan mulai berubah sejak dilirik BCA, mata hati dan pikiran kami pun terbuka, sekarang masyarakat desa kami merasakan dampak positif luar biasa dari Gunung Ijen,” ungkapnya.

Kepala Desa Limbongan, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Babel, Japari menambahkan, desanya dipilih menjadi binaan BCA, karena dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi desa wisata dan Gunung Lumut sebagai andalan.

“Potensi.wisata alam di desa kami belum tergerap, padahal banyak keunikan yakni hamparan lumut, seperti.padang rumput. Keajaiban alam di Gunung Lumut saat ini belum tergali dan dikenal luas, tapi yakin kedepan Gunung Lumut terkenal dengan bantuan binaan dan promosi dari BCA,” katanya.

Japari mengungkapkan, kendala utama yang membuat desanya belum begitu dikenal memiliki destinasi wisata alam menarik. Pertama pola pikir masyarakat yang inginnya serba cepat menghasilkan, apalagi mengelola wisata alam tak bisa langsung menghasilkan uang dalam tempo sekejap.

“Tahapan merubah pola pikir ini yang paling sulit, tapi dengan.gencarnya sosialisasi mulai ada perubahan dan mereka mulai bersemangat menjadikan desanya maju,” tutupnya.(rul)