CIBINONG – Akademisi Universitas Djuanda Bogor Saepudin Muhtar alias Gus Udin menilai, wacana pemilihan kepala daerah oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) merupakan kemunduran demokrasi.
Gus Udin menilai, rakyat memiliki hak untuk ikut andil secara aktif dalam pemilihan kepala daerah, agar mendorong terlaksananya penyelenggaraan pemerintahan daerah yang demokratis dan partisipatif.
“Pemilihan kepala daerah secara langsung oleh rakyat sebetulnya memiliki banyak kelebihan. Diantaranya adanya legitimasi kuat dari rakyat yang memberikan suaranya secara langsung. Selain itu, rakyat juga dapat menentukan sendiri bagaimana sosok pemimpin daerah yang diharapkan, dan juga adanya check and balances antara sistem pemerintahan legislatif dan eksekutif,” terang kandidat Doktor Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut.
Gus Udin juga menegaskan, bahwa jika pemilihan kepala daerah dilakukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), ia justru melihat adanya potensi politik transaksional di DPRD.
Sebelumnya ramai diperbincangkan tentang wacana pemilihan kepala daerah yang tidak lagi dipilih langsung oleh rakyat, melainkan kembali dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
Isu ini dihembuskan oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Bambang Soesatyo saat rapat dengan Dewan Pertimbangan Presiden pada Senin (10/10), di Jakarta.





