Kesal, Warga Doakan Pembuang Sampah di Jalan Taubat atau  Kena Musibah

Bojonggede – Ulah sebagian warga yang doyan membuang sampah di bahu Jalan Nangerang – Bojonggede, Kecamatan Tajurhalang, membuat warga sekitar geram. Pasalnya tumpukan sampah yang didominasi plastic itu, selain membuat kumuh juga menimbulkan bau tak sedap.

Saking kesalnya, warga pun terpaksa memasang spanduk di atas kain putih, yang isinya mendoakan si pembuang sampah mendapatkan musibah. “Sebelumnya di sekitar lokasi, kami sudah memasang papan peringatan larangan buang sampah, tapi tak digubris, makanya sekarang kita pasang spanduk yang mungkin kata-katanya dinilai sadis dan kurang pantas,” kata seorang warga, Kamis (18/09).

Sejumlah warga berharap, paska dipasangnya spanduk tersebut, nantinya tidak ada lagi yang buang sampah di bahu Jalan Raya Nangerang – Bojonggede. “Siapa tahu, dengan tulisan yang keras, warga yang akan buang sampah disembarang tempat akan berpikir ulang,” ujarnya.

Kepala Desa Nangerang Wira Saptaji mengatakan, untuk membersihkan bahu Jalan Nangerang – Bojonggede dari tumpukan sampah, pemerintah desa dibantu satuan tugas lingkungan hidup, Kamis kemarin langsung bergerak kelokasi. “Semua sampah sudah diangkut ke TPA Galuga. Di sekitar areal pun, kami sudah memasang  spanduk himbuan untuk sama-sama menjaga kebersihan lingkungan,” jelasnya.

Sekretaris Kecamatan Tajurhalang Edi Suwito menegaskan, persoalan sampah liar yang dibuang disembarang tempat oleh sebagian warga itu menjadi masalah serius. Kecamatan dengan tujuh pemerintah desa di Kecamatan Tajurhalang kata Edi lagi, berencana membentuk satuan tugas khusus penanganan sampah liar.

“Satgas yang akan kita bentuk nanti memilliki tugas untuk mengawasi lokasi-lokasi yang selama ini dijadikan tempat favorit untuk membuang sampah. Satgas akan diberikan kewenangan menangkap pelaku, namun penindakannya akan dilakukan Unit Polisi Pamong Praja,” tegasnya.

Edi menghimbau, warga yang masih doyan buang sampah disembarang tempat segera bertaubat. “Menjaga kebersihan lingkungan itu kan sebagian dari pada iman. Jadi kami himbau, mereka yang sampai sekarang masih melakukan kebiasaan buruk untuk bertaubat, karena ulahnya itu merugikan orang banyak,” pungkasnya. (Iwan/Zahra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *