Gunung Putri – bogoronline.com – Rumah yang belum rampung itu, mendadak ramai didatangi pasukan berseragam lengkap dengan senjata. Bendera merah putih yang terpasang di halaman rumah pun menjadi saksi saat Densus 88 membawa Munir Kartono terduga teroris ke kantor Polisi.
Kampung Pabuaran RT 01/09, Desa Cicadas, Kecamatan Gunungputri Kabupaten Bogor menjadi ramai. Puluhan pria berambut cepak lalu lalang dirumah Munir. Sontak, keberadaan Polisi pun membuat warga terkejut.
“Munir Kartono (35) dibawa Tim Densus 88 dirumah kediamanya sekitar kurang lebih pukul 10.00 WIB dan dibawa ke Kantor Polsek Gunungputri,” tutur Sulaeman (46) salah seorang tetangga terduga teroris, Rabu (17/8/2016).
Munir Kartono dibawa tim anti teror saat upacara peringatan HUT RI ke-71. Tetangga tidak mengira, sosok pria yang ramah dan santun itu, harus berurusan dengan tim anti teror. Masyarakat mengenal Munir sebagai pekerja yang ulet.
“Dia (Munir, red) bekerja di PT Alvas Vales depan SPBU Wanaherang putra dari bapak Wahono dan ibu Sugiah berasal dari Wonosobo Jawa Tengah. Munir memiliki seorang istri bernama Putri Ariasti berasal Serang Banten dan pernah mengajar di salah satu TK dekat rumahnya,” beber dia.
Acil (28) warga lainya juga kaget, sebelum Densus 88 melakukan penangkapan, dirinya kerap melihat seseorang kerap memantau rumah milik terduga teroris selama dua bulan. “Saya tidak menyangka, tiba – tiba Densus 88 dan Polisi dari Polres Bogor menangkap dan membawanya,” kata Acil.
Dari pantauan di lapangan, terlihat pasukan berseragam lengkap membawa beberapa barang dari rumah terduga teroris seperti, satu unit CPU dan satu dus berkas – berkas saat pengeledahan yang memakan waktu sekitar 3 jam lebih.
Namun, tidak satu pun penegak hukum yang memberikan keterangan kepada awak media terkait penangkapan Munir Kartono. (dia/BBN)





