PDAM Tirta Kahuripan Manjakan Pelanggan

PDAM Tirta Kahuripan Manjakan Pelanggan

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kahuripan terus melakukan berbagai inovasi untuk meningkatkan kepuasaan pelanggan. Karena itu, tema peringatan hari pelanggan nasional tahun ini, perusahaan plat merah tersebut mengusung tema “Pelayanan Otentik”. Melalui tema tersebut, Direktur Utama PDAM Tirta Kahuripan, Hadi Mulya Asmat ingin adanya peningkatan pelayanan yang baik dari tahun ke tahunnya. “Kepuasan pelanggan adalah yang utama bagi kami, sesuai dengan moto PDAM Tirta Kahuripaan itu sendiri ; Unggul Dalam Pelayanan,” jelas Hadi.

Banyak kemudahan yang ditawarkan oleh PDAM Tirta Kahuripan dalam hal billing transaction, diantaranya adalah pembayaran secara online atau E-payment.
Melalui fasilitas ini pelanggan tidak perlu lagi datang ke loket-loket PDAM Tirta Kahuripan untuk membayar rekening air, pelanggan bisa dengan mudah membayar melalui ATM Bank Mandiri (dengan mengetik kode perusahaan 30105),  ATM BNI (1308), loket PPOB mitra BNI dan Bank Bukopin serta kantor Pos dimana dan kapan saja sebelum batas waktu pembayaran yaitu tanggal 20 atau diundur satu hari pada hari kerja berikutnya apabila tanggal 20 jatuh pada hari libur.

“Sebagai upaya untuk memberikan pelayanan yang optimal kepada pelanggan, PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor akan tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik secara kualitas, kuantitas maupun secara kontinuitas,” kata Hadi.

Hadi yang menjabat sejak 2007 banyak melakukan inovasi untuk pengembangan perusahaan. Bahkan di masa kepemimpinan Hadi,, PDAM Tirta Kahuripan menjadi BUMD yang memberikan deviden paling besar di banding perusahaan pelat merah yang lain. Hingga Tahun 2014, laba perusahaan mencapai Rp325 miliar, dengan laba bersih Rp242,3 miliar. Dari laba tersebut, perusahaan memberikan deviden ke Pemkab Bogor sebesar Rp133,2 miliar.
“ini tentunya tidak lepas dari kerja tim, direksi dan pegawai PDAM Tirta Kahuripan,” katanya

Dalam kurun waktu tersebut, total dana penyertaan modal pemda (PMP) yang dberikan oleh pemda Kabupaten Bogor ke PDAM Tirta Kahuripan berjumlah Rp195,2 miliar. menariknya dalam 4 tahun terakhir misalnya, jumlah laba yang diberikan kepada pemda terus mengalami peningkatan, tahun 2011 PDAM menyumbang deviden sebesar Rp18,8 miliar sementara di tahun itu jumlah PMP hanya Rp8,4 miliar. Jumlah deviden terbesar yang diberikan PDAM ke Pemda pada tahun 2014 yakni Rp25,2 miliar. di 2014, PDAM Tirta Kahuripan meraup laba kotor leih dari Rp60 miliar dan memberikan kontribusi pajak Pph sebesar Rp14,8 miliar. Nilai aset perusahaan juga terus bertambah dari sekitar Rp200 miliar di 2007 menjadi sekitar Rp480 miliar di 2015.

Dari Aspek operasional, perkembangan sambungan langganan juga menunjukan trend peningkatan dari 110.448 sambungan di 2007 menjadi 133.335 sambungan di 2015. Jumlah sambungan langganan baru juga menunjukan trend peningkatan, dari 4.665 di 2007 menjadi 10.407 di 2014. Demikian juga perkembangan penjualan air, trendnya terus meningkat. Dari sisi penjualan air, pada Desember 2015 jumlah air yang dijual sebanyak 44,2 juta meter kubik jauh dari penjualan 2007 yang hanya 22,6 juta meter kubik. Adapun perkembangan kehilangan air justru terus mengalami peningkatan penurunan. Tahun 2015 kehilangan air sebesar 26,02 persen, sementara di 2007 sebesar 34,54 persen.
Dari sisi cakupan pelayanan, PDAM Tirta Kahuripan juga terus mengalami peningkatan. Sampai Desember 2015, jumlah cakupan yang terlayani sebesar 26,46 persen jauh berkembang dari 2007 yang hanya 17,36 persen. Tahun 2007, jumlah sambungan langganan baru hanya 4.655 sambungan sementara di 2014 jumlah sebanyak 10.407 sambungan. Dalam rentang tahun tersebut, tahun 2011 merupakan yang terbesar, yakni 12.084 sambungan baru.
Saat ini PDAM Tirta Kahuripan telah melayani 25 Kecamatan dari 40 Kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor. selain itu, juga di empat Kecamatan Kota Bogor dengan kapasitas terpasang 2.148,50 l/dt dan kapasitas terpakai 1.647,40 l/dt dan Sambungan langganan 133.335 SL. PDAM Tirta Kahuripan memiliki 8 Cabang kantor pelayanan, tersebar di Kabupaten Bogor.
Hadi juga mengatakan, dari sisi penilaian kinerja PDAM Tirta Kahuripan selalu mendapat predikat baik. Penilaian kinerja yang mengacu pada ketentuan Kepmendagri No 47 Tahun 1999 itu berdasar pada audit kinerja yang dilakukan oleh auditor eksternal. “dari 2007 hingga 2015 kita selalu mendapat predikat baik,” katanya

PDAM Tirta Kahuripan juga telah membantu pemerintah daerah dalam penyediaan lapangan kerja. Hingga tahun 2014 jumlah pegawai perusahaan plat merah tersebut berjumlah 656 orang. Pada Desember 2015, jumlah pegawai berkurang menjadi 479 orang karena sebagian dipindahkan ke PDAM Depok menyusul penyerahan asset perusahaan ke Pemerintah Depok yang merupakan daerah pecahan Kabupaten Bogor. “penyerahan aset ke Depok itu karena memang menjadi amanat undang-undang,” kata dia

Bupati Bogor, Nurhayanti bahkan mengapresiasi kinerja PDAM, bahkan tahun ini Bupati mendapat penghargaan sebagai top pembina BUMD dari majalah Bussines News. Penghargaan diberikan menyusul ditetapkannya PDAM Tirta Kahuripan sebagai Top BUMD 2016 dari majalah yang sama. Begitupun dengan Direktur Utama PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor , Hadi Mulya Asmat, yang meraih piala Top CEO BUMD Pengembangan Budaya Kerja.
Menjadi BUMD terbaik merupakan buah atas capaian kinerja Perusahaan dibawah pimpinan Hadi Mulya Asmat tersebut yang menunjukan trend positif dari berbagai aspek. “Saya Berharap Penghargan ini bukan menjadi berbangga diri tetapi lebih meningkatkan pelayanan , keberhasilan sesungguhnya adalah tercapainya kinerja pelayanan yang ditandai dengan kepuasan pelangaan,” kata Hadi. “untuk itu teruslah bekerja semaksimal mungkin dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan memperhatikan unsur kuantitas,kualitas dan kontinuitas,” sambungnya.
Bupati Bogor, Nurhayanti memuji kinerja PDAM Tirta Kahuripan. Yanti mengatakan perusahaan terus memberikan keuntungan yang signifikan dalam menggenjot pendapatan asli daerah.
“Laba PDAM terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan,pada tahun 2012 laba perusahaan mencapai 35 Milyar dan sampai dengan tahun 2015 telah mencapai 45 Milyar,ini membuktikan bahwa PDAM merupakan BUMD yang sehat,” katanya Hadi. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *