Perusahaan Amerika Akuisisi Formula 1

BOGOR- Ajang balap jet darat Formula One (F1) bakal diakuisisi perusahaan Amerika Serikat, Liberty Media dari tangan CVC Capital yang dimpimpin Bernie Ecclestone dengan nilai mencapai 4,4 miliar dolar AS (Rp 57,61 triliun).

Ini merupakan transaksi terbesar dan salah satu momen terpenting dalam sejarah balap jet darat.

Dilansir CNNIndonesia, Kamis (8/9), Liberty Media akan mendapatkan saham 18,7 persen F1, sembari menunggu persetujuan Federasi Otomotif Internasional (FIA) untuk akuisisi total.

Liberty Media akan membayar proses akuisisi dengan uang segar US$1,1 miliar, saham Liberty Media senilai US$138 juta dan US$351 juta berupa instrumen utang yang akan diberikan pada F1 dan bisa ditukarkan dengan saham Liberty Media.

“Kami bersemangat menjadi bagian dari Formula 1,” kata Greg Maffei, kepala eksekutif Liberty Media, seperti dikutip dari BB Sport.

“Saya kira, pengalaman kami dalam bidang media, manajemen aset di dunia olahraga, serta perspektif jangka panjang, akan bagus bagi masa depan Formula 1 dan juga akan menguntungkan para penggemar, tim dan juga pemegang saham.”

Liberty Media, yang akan mengubah namanya menjadi Grup Formula 1 setelah proses akuisisi rampung, memiliki saham dalam beberapa perusahaan olahraga dan hiburan, termasuk di antaranya klub Liga Bisbol Amerika Serikat (MLB), Atlanta Braves, dan juga Virgin Media.

Liberty Media akan mempertahankan posisi Bernie Ecclestone sebagai Pemimpin Eksekutif. Namun Chase Carey, wakil kepala 21st Century Fox, akan menjadi kepala perusahaan yang baru.

Ecclestone sendiri telah menjalankan Formula 1 selama 40 tahun terakhir. Di awal pekan, dalam wawancaranya bersama Reuters, Ecclestone mengatakan dirinya telah diminta Liberty Media tetap tinggal selama masa transisi tiga tahun.

Ia tak akan datang ke GP Singapura pada 18 September 2016 karena akan berada di London untuk melakukan negosiasi. (cex/CNN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *