Jalan Karihkil Dibiarkan Rusak

Ciseeng – bogoronline.com – Jalur jalan alternatif peng-hubung Kecamatan Ciseeng, Kemang dan Rancabungur, terkesan sengaja dibiarkan rusak. Lubang-lubang menganga di tengah badan jalan menjadi ranjau berbahaya bagi pengguna jalan.

 

Uding, warga sekitar, mengatakan,   untuk menempuh jalan dari Kampung Parungleungsir, Desa Karihkil hingga Ci-beuteungudik yang hanya berjarak satu kilometer, warga membutuhkan waktu lama. Hal itu disebabkan banyaknya lubang besar dan dalam. Jika tak hati-hati, bisa menyebabkan kecelakaan.

 

”Jalan ini merupakan akses utama warga ke pasar, tempat kerja dan sekolah. Namun nggak pernah dibetulkan. Padahal, jalan terse¬but sudah lama rusak dan sangat mem-bahayakan, apalagi jika malam hari,” Minggu (4/12).

 

Staf Pemerintah Desa Karihkil, Fauzi, membenarkan jalan penghubung Karihkil dan Cibeuteungudik memang su¬dah lama rusak. Menurutnya, kerusakan ruas jalan tersebut, akibat tak adanya saluran air, untuk membuang air hujan.

 

Tahun 2016 ini, Pemerintah Kabupaten Bogor mengalokasikan anggaran pemeliharaan jalan, jembatan, TPT dan irigasi  sebesar Rp 98,3 miliar dari total Rp 600 miliar anggaran untuk Dinas Bina Marga dan Pengairan.

Jalan rusak tersebar di 40 kecamatan dengan tingkat kerusakan bervariatif. Dana perawatan hanya untuk jalan yang kerusakannya dibawah 15 persen. ( Iwan S. Pamungkas)