Kota Bogor – bogorOnline.com
Memperingati hari anti korupsi Sedunia Kejaksaan Negeri (Kejari) Bogor membagikan stiker dan baju anti Korupsi kepada pengguna jalan dan penarik becak di sekitar Kantor Kejari Bogor hingga ke Balaikota Bogor.
Ratusan stiker dan puluha kaos bertuliskan hari anti korupsi dibagikan para jaksa kepada masyarakat. Antusiasme para pengemudi mobil dan pengendara motor sangat tinggi sehingga stirker dan kaos dalam waktu singkat habis tak tersisa. Para jaksa memakai batik serta tanda pengenal Kejari Bogor ini mengingatkan masyarakat akan bahaya dari korupsi, dikarenakan masih cukup tingginya angka korupsi di Indonesia. Difokuskan pihak Kejari Kota Bogor pencegahan korupsi di Kota Bogor dengan berbagai program kerjasama untuk pembangunan Kota Bogor yang bebas korupsi juga sesuai aturan.
Kepala Kejaksaan Negri (Kajari)Bogor, R. Teguh Darmawan mengatakan, hari Anti Korupsi sedunia ini diperingati secara serentak disetiap oleh kantor kejaksaan seluruh Indonesia, mulai dari Kejaksaan Agung (Kejagung), Kejaksaan Tinggi (Kejati) hingga ke Kejari, serta di isi dengan berbagai macam kegiatan.
“Sebelum membagikan kaos dan stiker Anti Korupsi kepada pengguna jalan, kami melakukan apel/upacara tepat pukul 08.00 WIB diikuti oleh semua unsur pegawai dari kantor Kejari Bogor,” ungkapnya kepada wartawan, Jum’at (9/12/16) pagi.
Setelah apel , lanjut Teguh, kita langsung melakukan pembagian pin, kaos serta stiker kepada pengguna jalan serta pengayuh becak, dengan tujuan untuk mengingatkan masyarakat tentang bahaya dari korupsi.
“Saat ini, kita hanya melakukan sosialisasi bahaya korupsi dengan penempelan stiker di kendaraan umum dan becak, Berikutnya nanti Jum’at Depan (16/12) kami akan sosialisasi kepada masyarakat serta para Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kota Bogor,” tuturnya.
Teguh menambahkan, acara ini sengaja dilakukan sebagai salahsatu bentuk atau perwujudan dari pemberantasan Korupsi yang dilakukan oleh kejaksaan, ini adalah momentum yang tepat.
“kita akan selalu memberantas korupsi hingga ke akar-akarnya sehingga acara hari ini tidak hanya menjadi acara ceremonial belaka,” tandasnya.
Sementara Kartini (32) pengguna jalan menuturkan, dirinya merasa senang dengan adanya Jaksa yang turun langsung ke lapangan untuk mensosialisasikan bahaya korupsi. Mereka dengan ramah dan santun membagikan stiker dan kaos kepada masyarakat.
“Saya sangat setuju dengan sosialisasi tentang korupsi yang dilakukan Kejari, masyarakat harus diingatkan terus akan bahaya dari korupsi, harusnya dengan hukuman berat yang diberikan kepada para koruptor dapat menimbulkan efek jera, maka dari itu, mari sama-sama kita jauhi prilaku korup,” pungkasnya.(bunai)





