Bandung – Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menyempatkan diri berkunjung ke kediaman Nu’man Abdul Hakim di Kota Bandung, Nu’man merupakan senior Uu di Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
“Pak Nu’man Abdul Hakim adalah senior saya, baik di partai PPP maupun senior di posisi Wagub. Beliau yang saya hormati, saya teladani, dan guru politik saya,” kata Uu, kemarin.
Uu menuturkan, walaupun dirinya bersama mantan Wagub ini satu partaii, tapi tidak jarang ada yang bilang bahwa keduanya saling berseberangan pendapat. “Itu hoax sodara-sodara, kita mah baik-baik saja,” tuturnya.
Menurutnya, dalam politik, demi mewujudkan tujuan menjaga kejayaan negeri ini tidak bisa lulus-lurus saja, perlu adanya strategi dan bersiasat yang baik.
“Kadang kehadiran konflik itu perlu ada, kadang perlu diciptakan dan dipelihara. Kapan waktunya dimunculkan, diangkat, dan kapan pula dipadamkan. Makanya ada istilah ilmu ‘Manajemen Konflik’, itulah dunia politik,” ujarnya.
Dalam menyikapinya, imbuh mantan Bupati Tasikmalaya ini, memang diperlukan kedewasaan dan kebijaksanaan. “Yang penting kita perlu selalu tanaman kita bersaudara, jangan pernah berhenti belajar, berpikir positif, jaga kedaulatan negeri ini, dan tingkatkan terus ketaqwaan kita kepada Allah SWT,” tukasnya.
Seperti diketahui, Nu’man Abdul Hakim merupakan politisi senior di Jawa Barat, karir politik nya pun terbilang moncer. Nu’man pernah terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Bandung periode 1982-1992 dan anggota DPRD Jawa Barat (1992-1999) sebelum akhirnya menjadi wakil rakyat di Senayan (1999-2003).
Nu’man lantas memutuskan untuk pulang lagi ke kampung halamannya, mendampingi Gubernur Jawa Barat sebagai Wakil di periode 2003-2008. Sayangnya, di periode berikutnya Nu’man yang berpasangan dengan Agum Gumelar, kalah dari pasangan Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf menjadi pemenang Pilkada Gubernur Jabar. (adi)





