BOGORONLINE.com, PAMIJAHAN –
Bupati Bogor Ade Yasin meminta Pemerintahan Pusat untuk mengkaji wilayah perbatasan Kabupaten Bogor dan Sukabumi yang sering terjadi gempa. Hal tersebut ia sampaikan saat mengunjungi korban gempa di Pamijahan.
Berdasarkan informasi dari masyarakat dan Kepala Desa Purwabakti Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, wilayah yang sering terjadi getaran gempa terjadi 2 kali dalam seminggu, bahkan bisa terjadi getaran kecil 18 kali dalam satu hari.
Menurut Ade Yasin, dilokasi tersebut ada kegiatan yang cukup punya dampak ketika ada gempa, diharapkan apabila gempa terjadi lagi, pemerintah pusat punya keinginan untuk mengkaji apa penyebab gempa di daerah ini.
“Walaupun kami Pemerintah Daerah melakukan pengkajian, kami juga melihat secara parsial apakah penyebab gempa tersebut. Nanti kami akan terus teliti, karena disini terkadang dalam satu minggu terjadi dua kali getaran, bahkan dalam sehari 18 kali getaran kecil. “ terangnya.
Ade Yasin menghimbau untuk tidak mengabaikan bencana ini,karena yang menjadi korban adalah masyarakat. Bupati beserta pemerintah pusat akan terus mengkaji penyebab gempa di wilayah perbatasan.
“Sehingga sebagian masyarakat yang rumahnya rusak, atap dan dindingnya retak, mereka ketakutan untuk tinggal di dalam rumah dan akhirnya mereka mencari lokasi yang datar untuk mendirikan tenda. ” tuturnya.
Ade Yasin mengatakan, saat ini korban gempa yang tinggal di tenda sementara disarankan untuk pulang kerumahnya jika merasa aman, bagi yang merasa tidak aman tetap di tenda yang sudah di sediakan oleh BPNP dan BPBD.
“Kita juga sudah menyiapkan bahan-bahan sembako untuk kebutuhan sehari-hari termasuk kebutuhan bayi,” tuturnya. (Mul)





