by

Pulang Kunker, Tiga Pejabat Kota Bogor Bakal Lapor Kesehatan selama 14 Hari

BOGORONLINE.com, Kota Bogor – Sepulang kunjungan kerja dari Turki dan Azerbaijan, Wali Kota Bogor Bima Arya bakal berstatus orang dalam pemantauan (ODP) covid-19 atau virus corona. Bima Arya dijadwalkan tiba di Kota Bogor pada Senin (16/3/2020) lusa.

Status ODP virus corona juga berlaku kepada dua pejabat yang mendampinginya. Keduanya, adalah Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bogor, Firdaus dan Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan pada Sekretariat Daerah Kota Bogor, Adi Novan.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan, status ODP ini diberlakukan sesuai protokol yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan bagi setiap orang yang memiliki riwayat perjalanan ke negara-negara dianggap terjangkit wabah virus corona.

“Terkait ODP ini, ada beberapa hal yang menjadi catatan. Selain kembali dari negara-negara yang terkena virus corona, bersangkutan juga harus secara sukarela memberikan informasi kesehatan kepada instansi kesehatan di kotanya masing-masing,” kata Dedie kepada awak media, Sabtu (14/3/2020).

Seperti diketahui, lanjut Dedie, Presiden Joko Widodo sudah mengumumkan ada sekitar 117 negara yang dianggap epidemi virus corona. Dari jumlah tersebut, salahsatunya Negara Azerbaijan yang dikunjungi oleh wali kota beserta rombongan.

“Insya Allah, Pak Bima akan kembali ke Bogor pada hari Senin (16/3) siang, dan nanti akan dilakukan proses pemantauan oleh Dinas Kesehatan. Dalam status ini, yang bersangkutan tidak ada urusan dikarantina dan diisolasi di rumah sakit,” imbuh mantan pejabat di KPK itu.

Sebelumnya, diungkapkan Dedie, Pemkot Bogor melalui Dinas Kesehatan telah melakukan pemantauan kepada 20 warga Kota Bogor yang berstatus ODP virus corona. Dari hasil pemantauan dan pelaporan mereka selama 14 hari, semuanya dinyatakan negatif virus corona.

“Dari 20 orang yang dimonitor selama 14 hari, Alhamdulillah ke 20 kondisinya sehat,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno menjelaskan, pemberlakuan status ODP ini sebagai bentuk antisipasi dan kewaspadaan terhadap penularan covid-19. Berkaitan dengan wali kota, lanjut Sri, selama 14 hari setiap harinya beliau akan melaporkan mengenai kondisi kesehatannya.

“Jadi Pak wali melaporkan apakah ada gejala panas, batuk, pilek dan sesak nafas. Untuk aktivitasnya seperti biasa, ketika sehat tidak masalah. Tapi memang sebaiknya saran untuk ODP tinggal di rumah atau dibatasi untuk kegiatan yang berhubungan dengan banyak orang. Ketika sehat bisa saja, tapi menggunakan masker,” ungkapnya. (Hrs)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *