Ciptakan layanan Prima ATR/BPN Kabupaten Bogor cegah sengketa tanah dengan benahi data kepemilikan tanah

Kab Bogor1.3K views

 

Kantor Agraria Tata Ruang/BPN Kabupatan Bogor tengah melakukan  pembenahan internal untuk menciptakan layanan prima ke masyarakat. Dengan layanan prima ini diharapkan akan tercipta transparansi biaya selain memberi layanan yang nyaman dan terbuka.

Kepala ATR/BPN Kabupaten Bogor Sepyo Achanto  kepada wartawan  mengatakan,  dengan melakukan pembenahan internal khususnya layanan kepada masyarakat, akan memberi image yang baik bagi BPN.

“Image yang  bagus itu  bisa diciptakan kalau  seluruh pegawai terutama yang langsung berhubungan dengan masyarakat bisa memberikan layanan yang baik, ramah dan bisa  memahami semua  keluhan, khususnya petugas front office yang di depan ini. Kita tidak  bisa lagi menempatkan orang orang yang tidak  biasa berkomunikasi dengan customer,” ujar Sepyo

Untuk itu, menurutnya perlu disaring lagi petugas yang tepat ditempatkan di bagian front office agar bisa memberi layanan terbaik ke masyarakat.

Sepyo mengatakan, jika  proses perbaikan  dan  penataan  ulang telah selesai maka pada tahap berikutnya, ATR/BPN mulai dengan menyelesaikan pekerjaan besar yang mendesak untuk  dituntaskan. Salah satunya adalah  soal sengketa lahan. Sebagian  besar sengketa lahan tersebut  adalah soal tumpang  tindih kepemilikan atau  sertifikat ganda. “Dan dalam tujuh bulan  sejak saya masuk ke sini (Kab.Bogor-) saya sudah paham  masalah tersebut dan saya rasa sangat  mudah  cara  penyelesaiannya,” jelas Sepyo. Salah satu upaya penyelesaiannya adalah dengan memastikan kevalidan data kepemilikan tanah. “Kalau kita sudah mengunci kevalidan data kepemilikan tanah ini dengan baik dan benar, maka kita tidak akan ragu lagi memproses semua permohonan yang masuk “, lanjut Sepyo.

Namun untuk bisa menyelesaikan ribuan sengketa lahan tersebut, kata dia  ATR/BPN  perlu dukungan  dari semua pihak  khususnya Pemerintah  Daerah Kabupaten Bogor. Kalau  tidak maka ini akan percuma sebab ATR/BPN sebagai leading sector tidak  bisa  bekerja sendiri selain biaya  yang harus dikeluarkan untuk  penyelesaian  masalah  tersebut  juga  sangat besar.

Dia mengakui,  dirinya telah melakukan upaya komunikasi dengan  beberapa pejabat Pemda Kabupaten  Bogor. Dan hasilnya sangat  positif sehingga hanya perlu tindakan  lanjutan agar semua  target bisa  terealisasi dengan  baik.

Sepyo juga  mengatakan, upaya penyelesaian sengketa lahan  di Kabupaten  Bogor merupakan  langkah awal yang  sangat urgent  untuk mencapai target berikutnya. Selain itu, jika
EoDB (easy doing business) di sektor pertanahan bisa terwujud bisa membantu meningkatkan investasi.

Sepyo mengatakan salah satu tolak ukur investor mau masuk ke sebuah wilayah adalah status tanah yang clean and clear dari sengketa. “Sebab namanya investasi kan tidak  sedikit uang yang dikeluarkan, jadi  yang pertama  menjadi patokan tanah yang ada di wilayah  itu aman  tidak, ada sengketa tidak. Kalau clean and clear dan tidak ada sengketa  maka  baru investor mau memasukan  dananya,” jelasnya.

Karena itu, Sepyo berharap ada dukungan  dari semua  pihak agar proses penyelesaian  sengketa tanah ini bisa  tuntas agar  bisa mengambil manfaat yang besarnya  untuk  masyarakat luas. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *