by

Dewan Halim PDIP Saja Bayar Sewa, Masa Pom Bensin Korpri Gratisan

BOGORONLINE.com-BOGOR CIBINONG

Pemanfaatan aset daerah oleh koperasi milik Korp Pegawai Republik Indonesia (Korpri) di Jalan Tegar Beriman, Kelurahan Pakansari, Kecamatan Cibinong, kembali disoal, salah satunya dari politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Bogor, Halim Yohanes.

“PDI Perjuangan yang memanfaatkan aset untuk secretariat DPC saja setiap tahun bayar, karena merujuk pada aturan Permendagri Nomor 17/2007, semua aset daerah yang dimanfaatkan atau dipakai pihak di luar institusi pemerintah wajib hukumnya bayar sewa, apalagi dipakai kepentingan bisnis,” ujarnya kepada Wartawan belum lama ini.

Makanya, kata anggota Komisi II DPRD itu, persoalan pemanfaatan aset milik daerah oleh koperasi Korpri harus diusut, sebab di lokasi ada kegiatan atau aktivitas bisnis yang menghasilkan uang. “Kalau Korpri nya memang tidak berbisnis, tapi kalau koperasinya ada. Nah ini yang menjadi dasar, kenapa mereka (Korpri) wajib bayar uang sewa ke pemerintah daerah,”tegasnya.

Halim mengaku baru tahu, jika lahan yang dimanfaatkan untuk bisnis atau usaha di Jalan Tegar Beriman milik daerah dan tercatat di bagian aset, ketika dimanfaatkan maksimal itu menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) di luar pajak, retribusi dan dana bagi hasil dari pemerintah provinsi.

“Kami (Komisi II-red) pasti akan mendukung, jika semua aset milik daerah yang memiliki nilai ekonomis dan berada di jalur strategis disewakan kepada pihak ketiga, sepanjang belum dimanfaatkan untuk kepentingan daerah atau institusi lain milik pemerintah,”katanya.
Sebelumnya, Kukuh Sri Widodo, politisi Partai Gerindra yang duduk di Komisi II pun meminta, Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) menagih uang sewa pemanfaatan aset kepada Korpri, karena dari sisi hukum ada aturan yang tegas dan jelas tercantum di Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 17/2007 tentang Pedoman Pengelolaan Teknis Barang Milik Daerah.
“Siapa pun yang memanfaatkan aset milik daerah, terlebih dipakai untuk kepentingan bisnis, seperti SPBU dan lain-lainnya wajib membayar uang sewa ke kas daerah, karena aturan yang menjadi dasar hukumnya yakni Permendagri 17/2007 sudah sangat jelas,” tambahnya.

Sebelumnya, aset berupa lahan yang dipinjam Korpri, pengelolaannya diserahkan pada koperasi, di lokasi yang sangat luas dan berada di titik strategis itu, sejak tahun 2008 lalu berdiri bangunan yang difungsikan untuk Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), kios-kios serta ATM.
SPBU hasil kerja sama koperasi Korpri diresmikan Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Bogor Sumirat. Aset milik Pemerintah Kabupaten Bogor, di Jalan Tegar Beriman yang pengelolannya dilakukan pihak ketiga, tercatat ada dua yakni untuk rumah makan dan resto.

“Selama aset itu dikelola Kopri memang tidak ada uang sewa, karena Korpi bagian dari struktur pemerintahan daerah, sehingga sistem pemanfaatan lahannya pinjam pakai. Nah, kalau sekarang kan Korpi sudah tidak lagi, makanya kita merencanakan menarik uang sewa lahan seluas kurang lebih 6.000 meter itu,” jelas Kepala Bidang Pengelolaan Aset, DPKAD Bangun Septa Bangun.(rul)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed