by

Kota Bogor Masih Zona Merah, 30 Persen Kasus Covid-19 Terpapar di Perkantoran

BOGORONLINE.com, Bogor Tengah – Kota Bogor masih masuk dalam daerah berstatus zona merah atau resiko tinggi penularan Covid-19. Peningkatan kasus positif Covid-19 terjadi di klaster keluarga.

Demikian dikatakan Wali Kota Bogor Bima Arya saat menyampaikan perkembangan terbaru penanganan Covid-19 di Balai Kota Bogor, Senin (5/10/2020).

“Kota Bogor masih zona merah karena ada lonjakan kasus positif. Pada minggu lalu ada 179 kasus meningkat 15 persen,” ujar Bima Arya.

Peningkatan kasus, lanjut Bima, setelah didalami secara komposisi sebagian besar dari klaster keluarga atau rumah tangga.

“Dari 179 kasus, 118 itu dari klaster keluarga,” ujarnya.

Namun demikian, Bima mendapati data bahwa 30 persen dari klaster keluarga tersebut terpapar virus corona di tempat kerja atau perkantoran.

Kemudian disusul di fasilitas kesehatan 29 persen. 19 persen luar Kota Bogor, 7 persen tranmisi lokal pemukiman, 4 persen acara keluarga, 3 persen mal, kantin serta minimarket. Dan terakhir 2 persen di tranportasi.

Dengan data itu, Bima menyimpulkan bahwa saat ini paling berbahaya adalah klaster perkantoran.

“Klaster pertama klaster keluarga, dan kedua klaster perkantoran. Tapi ketika dibedah komposisi terbesar tetap tempat kerja dan luar kota,” imbuhnya.

Bima juga menyimpulkan disiplin protokol kesehatan di rumah makan, restoran dan tempat umum saat ini relatif sudah lebih baik. Sementara di perkantoran beresiko apalagi berada lama dalam ruangan tertutup.

“Dan ditenggarai kantin-kantin perkantoran juga bisa menjadi sumber penularan di kantor.”

Untuk itu, Bima kembali mengimbau warga Kota Bogor yang berkerja di perkantoran untuk mentaati aturan 50 persen work from home (WFH). Begitu juga melakukan pembatasan rapat dalam ruangan dan diperhatikan ventilasi udaranya.

“Sebaiknya juga membawa makan sendiri dari rumah sehingga tidak harus berkumpul di kantin. Dan kami melihat fokus kita kedepan betul-betul di klaster perkantoran dan pemukiman,” kata Bima memungkas. (Hrs)

ARTIKEL REKOMENDASI

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *