by

Bupati Jengkel Rumah Sakit Darurat Wisma Cibogo Belum Berfungsi

MEGAMENDUNG – Bupati Bogor tidak bisa menyembunyikan kekesalannya saat meninjau rumah sakit (RS) darurat pasien covid-19 di Wisma Cibogo, Kawasan Puncak Bogor, Jawa Barat. Bagaimana tidak, rumah sakit darurat yang diresmikan pada November tahun lalu, sampai hari ini masih belum juga difungsikan. Sementara okuvansi rumah sakit di Kabupaten Bogor sudah mencapai lebih dari 90 persen, dan jumlah pasien yang membutuhkan ruang isolasi terus bertambah.

“Saya minta ini segera diaktifkan ini sudah lengkap fasilitasnya. Saya minta bagi OTG (orang tanpa gejala) yang tidak memenuhi syarat (isolasi mandiri) di rumahnya, dibawa ke sini untuk kita isolasi sesuai protokol kesehatan,” kata Ade Yasin.

Bupati meminta Kepala Dinas Kesehatan lebih sigap dalam menangani pasien COVID yang membutuhkan isolasi mandiri. Ade Yasin mengakui, saat ini tak sedikit pasien COVID-19 yang kesulitan mendapatkan tempat isolasi. Pasalnya, belakangan angka penularan COVID-19 di Kabupaten Bogor terus meningkat drastis. “Banyak warga yang harus isolasi mandiri tapi rumahnya tidak layak. Contohnya kamar mandinya hanya satu, kamarnya tidak bisa untuk sendiri. Ini berbahaya, karena satu orang bisa menularkan ke seluruh anggota keluarga,” kata dia.

Karena itu, RS Darurat Wisma Cibogo yang berkapasitas 60 tempat tidur tersebut segera difungsikan. Bupati minta Dinkes menyiapkan 13 orang tenaga kesehatan, terdiri dari 4 orang dokter dan 8 orang perawat. Mestinya, sejak diresmikan RS tersebut langsung difungsikan. “Jadi ini rekruitmennya lambat,” kesalnya. (*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *