by

M Ichsan Nilai Pemekaran Bogor Timur Tinggal Tunggu Pencabutan Moratorium Pusat

Bogor, Bogoronline.com – Pasca penandatanganan Calon Daerah Persiapan Otonom Baru (CDPOB) oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan DPRD Jabar di Kota Bandung, Jum’at (16/04/2021) kemarin.

Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat daerah pemilihan Kabupaten Bogor, Mochamad Ichsan Maoluddin pun menegaskan bahwa secara beban moral ke-Jawa Baratan telah dipenuhi karena usulan dari Kabupaten Bogor yang masuk ke Pemprov Jabar dengan kajian yang cukup mendalam telah disetujui.

“Hasil paripurna yang menunjukan persetujuan Gubernur selaku kepala daerah Provinsi Jawa Barat, dan ditandatangani oleh para pimpinan DPRD Jabar, itu artinya cerita pemekaran untuk daerah Bogor Timur itu sudah final tinggal perjuangan berikutnya bagaimana khususnya para dewan ditingkat pusat bersama para inisiator di Bogor Timur agar berusaha melakukan pendekatan dengan menunjukan hasil akademik bagaimana kesiapan Bogor Timur itu,” papar Ichsan, Senin (19/04/2021).

Jika melakukan perbandingan dengan pemekaran Kabupaten Bogor Barat yang hingga saat ini pun belum terealisasi, M Ichsan meyakini bahwa berdasarkan kajian naskah akademik yang telah diterima DPRD Jabar maka Kabupaten Bogor Timur dinyatakan lebih layak dan siap dibandingkan Kabupaten Bogor Barat.

“Memang Bogor Barat sudah sejak tahun 1999 sudah berinisiasi untuk menjadi kabupaten mandiri hanya saja satu, bagaimana pemerintah pusat merespon itu bisa terpisah dengan kabupaten induk, itu yang terus dikaji, tergantung juga panjangnya energi yang dimiliki oleh inisiator, saking panjangnya proses di Bogor Barat energinya sampai habis,” tukas Ichsan.

Lain cerita dengan Kabupaten Bogor Timur yang mulai diinisiasi mulai tahun 2017, menurut politisi PKS ini diharapkan langkah para inisiator Kabupaten Bogor Timur tidak menyurut dan justru harus semakin menguat.

“Bogor Timur semangatnya masih membara, nanti ketika ada catatan dan notifikasi dari Pemerintah Pusat apa saja, itu harus siap menjawabnya dengan baik dan membuktikannya secara akademis, lalu semua stakeholder yang terlibat harus bersinergi, polemik yang terjadi adalah menentukan ibukotanya,” imbuh Ichsan.

Menurutnya, sebagian perangkat-perangkat di Bogor Timur masih mengusulkan ibukota. Ichsan sendiri beropini bahwa jika menginduk kepada naskah kajian akademik dimanapun posisi ibukota Bogor Timur tidak menjadi masalah baginya.

ARTIKEL REKOMENDASI

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *