by

Polisi Ramadan Diturunkan di Dua Tempat Ini

BOGORONLINE.com, Bogor Tengah – Polresta Bogor Kota menggulirkan program Polisi Ramadan. Program tersebut disampaikan Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol. Susatyo Purnomo Condro usai apel Satgas Covid-19 Kota Bogor dalam menghadapi bulan Ramadan 1442 H di Markas Komando Pusdikzi Bogor, Senin (12/4/2021).

“Bulan Ramadan kali ini kami mencegah uforia karena tahun lalu kita masih merasakan PSBB dan saat ini sepertinya sudah kembali ke normal, sehingga kami mengantisipasi untuk area publik dan juga tempat ibadah,” kata Susatyo.

Menurut Kapolresta, dimensi kesehatan tentunya menjadi yang utama di masa pandemi ini. Untuk itu, pihaknya menurunkan Polisi Ramadan di dua tempat tersebut.

Tak hanya di dua tempat, Polisi Ramadan sekaligus melakukan antisipasi gangguan Kamtibmas di lingkungan masyarakat yang meningkat pada Ramadan, seperti tawuran.

“Kami juga berusaha menekan angka kekerasan selama bulan Ramadan termasuk kejahatan lainnya, kita jaga kesucian Ramadan ini untuk mengurangi penyakit masyarakat secara intens 24 jam akan mengawasi kegiatan-kegiatan yang ilegal,” tegasnya.

Berdasarkan data yang dimiliki Polresta Bogor Kota, ada 147 dari 850 masjid di Kota Bogor yang menjadi fokus Polisi Ramadan. Sedikitnya 200 personel disiapkan khusus berkolaborasi dengan marbot dan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) untuk sama-sama bisa menerapkan protokol kesehatan di tempat ibadah sesuai dengan instruksi Kementerian Agama.

Disamping itu, sambung Susatyo, pihaknya menyiagakan hampir 800 personel dalam operasi Kurma Raya. Para personel tersebut ditempatkan di enam pos yang tersebar di wilayah Kota Bogor.

“Ada enam pos tetap dalam operasi Kurma Raya ini yang kami siapkan seperti disampaikan pak wali di tempat-tempat krodit biasanya kalau sore. Ada di BNR, Pandu Raya, Yasmin, Bubulak dan sebagainya, yang kami siapkan baik untuk protokol kesehatan maupun mencegah gangguan Kamtibmas,” tuturnya.

Dijelaskan Susatyo, bahwa operasi Kurma Raya akan berlangsung selama dua pekan. Selain itu, pihaknya juga menyiagakan 300 personel untuk mobile yang berkolaborasi dengan TNI dan Satpol PP.

Setelah operasi Kurma Raya, ia mengatakan, kegiatan dilanjutkan operasi Ketupat yang dilaksanakan menjelang lebaran.

“Operasi Ketupat ini untuk menahan masyarakat untuk tidak mudik ke kampung masing-masing,” ujarnya.

Untuk Tim Pemburu Pelanggar PPKM dan Tim Crowd Free Road, kata Susatyo, akan tetap berjalan untuk menekan tingkat penyebaran Covid-19.

“Sehingga tidak terjadi kerumunan berpusat di satu titik, kita akan sebar ke titik lain,” pungkasnya. (Hrs)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *