Sebelum Penerapan, Disdik Kota Bogor Bakal Uji Coba PTM

BOGORONLINE.com, Kota Bogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memastikan akan melakukan uji coba menjelang penerapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Bogor pada Juli 2021 mendatang.

Rencana uji coba tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Hanafi usai mengikuti Forum Grup Discussion (FGD) yang diikuti juga Dewan Pendidikan (Wandik) Kota Bogor, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor dan stakeholder pendidikan di Paseban Sri Baduga, kompleks Balaikota Bogor, Rabu (28/4/2021).

Kepala Disdik Kota Bogor, Hanafi mengatakan, sebelum sekolah dibuka kembali pada Juli nanti, penting dilakukan persiapan yang intinya penerapan protokol kesehatan di sekolah. Di setiap sekolah juga telah dibentuk Satgas Pelajar yang terdiri dari tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang mengatur skenario PTM.

Sebelum penerapan PTM, lanjut Hanafi, juga akan dilakukan uji coba. Tercatat ada 109 sekolah yang mengikuti masa uji coba terbatas ini. Rinciannya, ada 37 SMP terdiri 20 SMP negeri dan 17 SMP swasta. Sedangkan SD setiap kecamatan 6 sekolah. Sisanya diikuti oleh SMA dan SMK Kota Bogor.

“Jadi uji coba akan diikuti oleh 109 sekolah yang sudah lolos monitoring dan evaluasi ataupun asesement. Untuk memastikan uji coba ini dapat dilakukan, masih melakukan koordinasi dengan Satgas Covid-19 Kota Bogor agar dalam pelaksanaannya nanti tidak terjadi hal-hal yang diinginkan,” terangnya.

Selain itu menurut Hanafi, hal yang paling penting adalah izin dari orangtua peserta didik sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri.

“Kami belum bisa tentukan kapan uji coba PTM akan kami lakukan, tapi yang pasti kami akan upayakan secepatnya. Agar pada Juli mendatang PTM di Kota Bogor bisa berjalan sesuai harapan semua pihak,” tuturnya.

Hanafi mengatakan, untuk PAUD belum direkomendasikan untuk digelar PTM dahulu. Namun bisa saja dilakukan bagi peserta didik PAUD yang akan masuk ke SD.

“Itu bisa saja dilakukan hanya dengan tidak lebih dari 5 orang dan penerapan protokol kesehatan secara ketat,” pungkasnya. (Hrs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *