BOGORONLINE.com, Kota Bogor – Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di wilayahnya harus diatasi dari hulu ke hilir. Selain ia menekankan pengawasan protokol kesehatan, ketersediaan tempat tidur untuk perawatan pasien Covid-19, tapi penting juga pelaksanaan vaksinasi.
“Lonjakan covid ini harus diatasi dari hulu ke hilir, diujungnya ini memang pengawasan prokes, penambahan kapasitas tempat tidur dan ruang isolasi. Tapi di hulunya pemberian vaksin,” kata Bima Arya disela peninjauan vaksinasi massal di Puri Begawan, Selasa (22/6/2021).
Sampai saat ini, kata dia, 130 ribuan warga Kota Bogor telah menerima vaksin Covid-19 atau sekitar 17 persen dari target 720 ribu. Saat ini, vaksinasi dengan sasaran masyarakat umum yang ditargetkan antara 5 sampai 10 ribu per hari.
“Kalau bisa kita maksimalkan 10 ribu (per hari). Antara lain adalah kita mulai usia 18 sampai 50 (tahun). Hari ini lima ribu, di sini (Puri Begawan) ada 2.500, sisanya (vaksinasi) di Boxies dan ekalos,” urainya.
Pelaksanaan vaksinasi selanjutnya akan dilaksanakan setelah kedatangan vaksin nanti tahap dua. Untuk tahap dua itu, Pemerintah Kota Bogor sendiri mengajukan sedikitnya 50 ribu vial.
“Nanti begitu vaksin datang kita mulai lagi gelombang kedua untuk 1.850. Kita sedang mengajukan vaksin tambahan sebanyak 50 ribu vial atau cukup untuk sekitar 250 ribu warga,” tandasnya.
Sejauh ini, dijelaskan Bima Arya, Kota Bogor masih dalam kategori zona oranye. “Tapi ada beberapa pengetatan seperti jam operasional menjadi jam 8 arahan dari pak Menko Perekonomian. Kapasitas juga diperketat menjadi 25 persen saja. Ini masih oranye, tapi kalau zona merah kita akan ada pegetatan lebih jauh lagi.”
Menyikapi angka kasus positif Covid-19 yang terus meningkat, ia juga telah memerintahkan rumah sakit menambah kapasitas tempat tidur minimal 30 persen dan telah menyanggupi semua. Selain itu, penambahan dua sampai tiga tempat isolasi.
“Jadi nanti kita proyeksikan rumah sakit hanya untuk bergejala sedang dan berat. Yang ringan dan Orang Tanpa Gejala (OTG) cukup di isolasi saja. Semalam saja, RSUD sudah penuh agak kesulitan mencari tambahannya. Jadi, kita percepat untuk tempat tidur dan tempat isolasi di titik lainnya,” pungkasnya. (Hrs)





