BOGORONLINE.com, Kota Bogor – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke proyek pembangunan pedestrian dan jalur sepeda di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Bogor, pada Selasa (14/12/2021).
Kegiatan ini merupakan agenda sidak pertama yang dilakukan Komisi III sebelum ke pembangunan lanjutan penataan Suryakencana dan tahap pertama gedung perpustakaan Kota Bogor.
Di proyek pedestrian dan jalur sepeda sepanjang 1,3 kilometer dari kawasan Air Mancur hingga Denpom III/1 Bogor, Komisi III mendapati baru sekitar 400 meter yang terlihat selesai dibangun. Jika dipersentasekan, progres pembangunan sampai saat ini 30-40 persen saja.
Padahal, waktu pekerjaan berakhir pada 30 Desember mendatang atau tersisa kurang lebih dua pekan lagi. Hal itu diungkapkan Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor Zaenul Mutaqin.
“Seperti yang kita lihat bersama, secara kasat mata ini nggak akan selesai tepat waktu tanggal 30 Desember nanti. Kenapa kita bisa bilang begitu? Karena setelah kita tanya pihak terkait, mulai dari pelaksana, konsultan hingga dinas,” ungkapnya.
Para pihak tersebut, dikatakan ZM panggilan akrabnya menyatakan bahwa diperkirakan pembangunan pedestrian dan jalur sepeda tersebut dengan bobot pekerjaan hingga 80 persen tahun ini.
Sementara dari kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Chusnul Rozaqi sendiri, kata ZM, pekerjaan dengan nilai kontrak Rp4,6 miliar tersebut bisa rampung sampai batas waktu kontrak.
“Kalau kadis (PUPR) bilang tadi ini bisa 100 persen saat akhir kontrak 30 Desember, ya kita senanglah. Tapi benar nggak? Makanya masukan kita dalam percepatan ini diupayakan tambah pekerja dan optimalisasi waktu. Jangan sampai dipaksakan selesai tepat waktu tapi pekerjaan berantakan,” kata ZM.
Dirinya menegaskan bahwa Komisi III tidak mempermasalahkan jika ada penambahan waktu dalam proyek ini. Sebab, ada mekanisme dan aturannya dengan cacatan sesuai dengan fakta di lapangan.
“Kalaupun pekerjaan itu maksimal harus penambahan waktu, tidak masalah, jangan sampai dipaksakan tetap waktu ternyata masih berantakan,” tegasnya.
Berkaitan dengan proyek ini, ia juga sudah dari awal menyatakan bahwa Pemerintah Kota Bogor seharusnya melaksanakan tidak di tengah waktu yang mepet di penghujung tahun. Baiknya, pembangunan pedestrian dan jalur sepeda dengan anggaran cukup besar ini dilaksanakan pada pertengahan tahun.
“Pembangunan infrastruktur seperti ini dimulainya pertengahan bulan November, sementara kita tahu kondisi kendalanya seperti apa, seharusnya minimal pertengahan tahun bisa di bulan Juli atau Agustus. Ini seolah-olah dipaksakan harus dikerjakan tahun ini. Tapi kita lihat saja hasilnya nanti,” tandasnya.
Sementara itu, perwakilan pelaksana CV Putra Tanggeung Tumpal Panjaitan mengatakan, pembangunan pedestrian dan jalur sepeda Jalan Jenderal Sudirman ada beberapa kendala, dari mulai pelaksanaan, cuaca hingga kondisi kawasan kuliner dan perniagaan.
“Kita turun Surat Perintah Kerja (SPK) itu 17 November, kita kerja belum ada sebulan. Efektif kita mulai kerja itu 23 November, karena kita harus ukur ulang, lalu kendala di lapangan karena ada jalur masuk ruko, tempat usaha. Kita harus koordinasikan dengan pemilik toko, parkir dan lainnya, karena nggak bisa asal gali tutup,” jelasnya.
Ia mengaku progres pekerjaan hingga saat ini masih 19 persen. Tapi jika malam ini selesai pengecoran, besok sudah mencapai 30 persen. Sebab, pengecoran mesti dilakukan pada malam hari. Pihaknya juga mengaku sudah menambah pekerja dan waktu kerja hingga 24 jam demi mengejar target.
“Kita nggak muluk-muluk, yang dikatakan 100 persen, kita diupayakan (sampai batas waktu), tapi lihat kemampuan, paling tidak 80 persen, kalau ternyata lebih ya Alhamdulillah. Kita real di lapangan seperti itu, karena banyak kendala, belum lagi cuaca di akhir tahun,” paparnya. (Hrs)





