by

Diskusi HAM, Kota Bogor Fokus Toleransi

BOGORONLINE.com, Kota Bogor – KM4NGO dan simpulmadani menyelenggarakan diskusi kamisan secara online bertema “Mewujudkan Kota Bogor sebagai Kota Toleransi.”

Diskusi ini berlangsung interaktif menghadirkan narasumber yang kompeten diantaranya, Kabag Hukum dan HAM Alma Wiranta, Yulia Anita Sub Koordinator Bantuan Hukum dan HAM Pemerintah Kota Bogor, yang mengusung kebijakan Pemerintah Kota Bogor Dalam Mendukung Kota Toleransi.

Selanjutnya Sofia, Direktur Metamorfosis yang menyuarakan tantangan CSO Dalam Kolaborasi Mewujudkan Kota Toleransi, dan
H. Hasbulloh, Ketua FKUB Kota Bogor yang mengantarkan materi upaya-upaya Kolaborasi yang dilakukan FKUB dalam mendukung Kota Toleransi.

Diskusi online dipandu oleh moderator Ajeng Kesuma, yang handal menggali pernyataan para narasumber dalam memperbaiki potret negatif intoleransi di Kota Bogor dan berbagai upaya serta inisiatif pemerintah maupun para tokoh Kota Bogor dalam menciptakan kemajuan toleransi.

Dalam kesempatan ini, Hasbulloh menyampaikan kerja-kerja yang sudah dilakukan seperti membuat dialog kamisan terkait toleransi bersama pemuka agama, menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat kepada Pemerintah Kota Bogor dan memfasilitasi pembangunan rumah ibadah dengan memberikan rekomendasi tertulis.

Sedangkan Yulia Anita, menjelaskan, bahwa Pemerintah Kota Bogor dalam upaya penguatan toleransi dengan membuka diri untuk menerima masukkan-masukkan baik dari NGO maupun tokoh agama, menyelesaikan masalah bersama-sama, mengupayakan dan mendukung percepatan penyusunan Raperda Kota Bogor sebagai Kota Ramah HAM.

Di waktu yang sama, Alma Wiranta menegaskan, Pemerintah Kota Bogor terus berupaya mengimplementasikan RAN HAM yang lebih nyata dengan melibatkan seluruh perangkat daerah sampai aparatur di wilayah yang esensinya adalah pelayanan prima, perlindungan warga dan kesetaraan.

“Pemerintah harus membuka diri dengan mendengar aspirasi warga kemudian berkolaborasi dengan seluruh elemen agar bersama-sama mewujudkan HAM NKRI, yang didalamnya terdapat pemaknaan toleransi dengan memberi kebebasan, penghormatan dan pemenuhan hak terhadap perempuan, anak dan disabilitas juga pemenuhan kebutuhan sosial masyarakat kurang mampu,” ungkap Alma.

Direktur Metamorfosis Sofia menyampaikan kolaborasi penting dalam membenahi Kota Bogor.

“Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan sikap dan perilaku toleransi yaitu penguatan kapasitas bagi masyarakat sipil dan promosi nilai-nilai toleransi dan keadilan gender,” ungkap Sofia.

Sofia melanjutkan, selain itu, pemerintah kota harus menjadikan toleransi, HAM dan inklusi sosial sebagai misi pembangunan daerah dalam RPJMD, pelaksanaan kebijakan dan program, menerbitkan regulasi daerah yang menjamin partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah dan memastikan adanya program dan pengalokasian anggaran yang memadai untuk memperkuat toleransi dalam RKPD OPD terkait.

“Tantangan-nya adalah bagaimana melibatkan Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) yang inklusif dan cakupan yang luas dalam melakukan semua kerja-kerja pemerintah yang mengharuskan dilakukan secara bersama,” Sofia menutup. (*)

ARTIKEL REKOMENDASI

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.