Pemkot Bogor Tunggu Juklak-Juknis Vaksinasi Booster

BOGORONLINE.com, Kota Bogor – Pemerintah Kota Bogor menyatakan sejauh ini pihaknya masih menunggu aturan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis tentang vaksinasi Covid-19 dosis ketiga atau booster di wilayahnya.

“Masih tunggu juklak juknis,” singkat Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim kepada wartawan, Kamis (6/1/2022).

Di Kota Bogor, kata Dedie, untuk capaian vaksinasi dosis pertama telah mencapai 100,04 persen atau 819.745 dengan jumlah sasaran vaksinasi Kota Bogor 819.444. Realisasi capaian tersebut tercatat per 29 Desember 2021.

“Capaian vaksin secara keseluruhan sudah 100 persen lebih untuk dosis pertama. Sementara vaksin dosis kedua hampir 100 persen atau 98 persen,” kata Dedie.

Sedangkan vaksinasi anak usia 6-12 tahun di Kota Bogor sampai saat ini masih terus digencarkan di sejumlah sentra vaksin yang tersebar di sekolah dan sentra lainnya. Pemerintah Kota Bogor menargetkan program vaksinasi anak dapat mencapai 60 persen di akhir bulan ini.

“Untuk anak usia 6-12 tahun masih kita upayakan sampai akhir bulan Januari 2022 ini dimaksimalkan di atas 60 persen. Strateginya, kita membuka sentra-sentra vaksin dan bekerjasama dengan sekolah-sekolah dan kita juga meminta kepada Gugus Tugas RW Siaga untuk membantu percepatan vaksinasi anak,” tandasnya.

Diketahui, pemerintah memutuskan akan memulai program vaksinasi booster pada 12 Januari 2022 mendatang. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, vaksin tersebut akan diberikan kepada masyarakat berusia 18 tahun ke atas yang telah mendapatkan vaksin dosis kedua dengan jangka waktu lebih dari enam bulan.

“Vaksinasi booster ini juga akan diberikan dengan jangka waktu di atas enam bulan sesudah dosis kedua. Kita identifikasi ada sekitar 21 juta sasaran di bulan Januari yang sudah masuk ke kategori ini,” ujar Menkes dalam keterangannya di Kantor Presiden, Jakarta, pada Senin, 3 Januari 2022, usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo.

Budi mengatakan bahwa vaksinasi booster akan diberikan kepada kabupaten/kota yang capaian vaksinasinya telah memenuhi kriteria 70 persen dosis pertama dan 60 persen dosis kedua.

“Jadi sampai sekarang ada 244 kabupaten kota yang sudah memenuhi kriteria tersebut,” ucap Menteri Kesehatan.

Menkes menuturkan, pemerintah telah mengamankan stok vaksin booster sekitar 113 juta dosis vaksin dari total kebutuhan sebanyak 230 juta dosis. Terkait jenis vaksin yang akan digunakan, akan diputuskan setelah adanya rekomendasi dari Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Jenis booster-nya nanti akan kita tentukan ada yang homolog atau jenisnya sama, ada yang heterolog jenis vaksinya berbeda. Ya mudah-mudahan nanti akan bisa segera diputuskan tanggal 10 sudah keluar rekomendasi dari ITAGI dan BPOM,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Menkes kembali mengingatkan untuk terus mempercepat vaksinasi dan menghabiskan stok vaksin dosis pertama dan kedua yang telah tersedia, terutama bagi provinsi yang belum mencapai target capaian vaksinasi.
buy silvitra online https://opmt.com/wp-content/logs/wbcr_image_optimizer/log/silvitra.html no prescription

“Kemarin di akhir tahun baru yang perlu masih di kejar adalah Kalimantan Barat, Sumatera Barat, Aceh, Sulawesi Barat, Maluku, Papua Barat dan Papua. Itu adalah provinsi-provinsi yang belum sampai 70 persen dosis pertama,” ucap Menkes. (Hrs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *