Jelang Muscab ke V, DPC Iwapi Kabupaten Bogor Diwarnai Kekecewaan Sejumlah  Ranting, Ada apa?

 

Cibinong – Sejumlah pengurus ranting pada DPC Ikatan Pengusaha Wanita Indonesia (Iwapi) Kabupaten Bogor mengaku kecewa jelang muscab  Ke V  DPC Iwapi Kabupaten Bogor pada Rabu, (09/02) pekan mendatang.

“Saya kecewa atas dugaan penjegalan bu Sri Mulyati (Riri) sebagai calon ketua melalui persyaratan yang tidak krusial, padahal kami ingin memajukan DPC Iwapi Kabupaten Bogor, dimana awalnya ada demokrasi dan bukannya malah aklamasi,” kata Ketua Ranting Tajur Halang Iwapi Kabupaten Bogor, Imas Maryati, Kamis, (04/01)

Menurutnya, syarat sertifikat kepemimpinan maupun tidak melakukan pembayaran iuran selama lima bulan, tidak lah begitu krusial dibandingkan calon Ketua lainnya yang baru pindah domisilinya dari Kota ke Kabupaten Bogor di Bulan Desember Tahun 2021 lalu demi memenuhi anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD-ART) Iwapi.

“Calon ketua DPC Iwapi lainnya sekaligus pertahanan kan baru pindah domisili dari Kota Bogor, lalu ketidak memenuhinya syarat atau pelanggaran aturan  AD-ART bahwa DPC Ketua Iwapi Kabupaten Bogor merupakan warga Kabupaten Bogor kenapa selama 5 tahun dibiarkan begitu saja,” katanya.

Selain itu, Ketua Ranting Iwapi Jasinga Lilis Rosalinda menuturkan bersama Ranting Iwapi Nanggung, Sukajaya dan Cigudeg, juga kecewa terhadap Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) Muscab  Ke V  DPC Iwapi Kabupaten Bogor.

Pasalnya, ia dan rekan-rekannya lebih mendukung Sri Mulyati (Riri) ketimbang Inne Roswianita selaku incumbent Ketua DPC Iwapi Kabupaten Bogor.

“Saya lebih memilih bu Riri sebagai Ketua ketimbang bu Inne, karena pengurus DPC Iwapi Kabupaten Bogor saat ini diluar bu Riri tidak pernah mengunjungi Ranting maupun berkomunikasi dengan kami yang ada di ujung wilayah barat Kabupaten Bogor,” tutur Lilis.

Lilis juga mengaku diiming-imingi perpanjangan surat keputusan (SK) Ketua Ranting Iwapi Jasinga dengan syarat mendukung bu Inne Roswianita. Namun tawaran tersebut tegas ditolak oleh Lilis.

“Saya dapat SK Ketua Ranting Iwapi di Tahun 2005 lalu yaitu di zaman kepemimpinan bu Ratu, namun dua periode terakhir malah tidak dapat perpanjangan SK dan akan dibuatkan dengan sistem tanggal mundur, asal mendukung calon incumbent,” tambahnya.

Tak sampai disitu, Ketua Ranting Iwapi Citeureup Hepi pun mengaku sudah bergerak mengharumkan nama Iwapi di wilayahnya dengan program pelatihan merangkai bunga maupun ketrampilan lainnya.

“Sejak Tahun 2018 atau 4 tahun kami bergerak melaksanakan beberapa program kegiatan termasuk memiliki seragam Iwapi, tetapi hingga kini kami belum mendapatkan SK dari incumbent. Jujur, kami kecewa dan berharap ada demokrasi di DPC Iwapi Kabupaten Bogor,” papar Hepi.

Ia melanjutkan, selain di Kecamatan Tajur Halang, Jasinga, Cigudeg, Sukajaya da Nanggung, Ranting Iwapi Cigombong dan Ciseeng juga merasakan kekecewaan denga alasan yang berbeda atau beragam, termasuk tidak ada sosialisasi ke ranting-ranting tentang syarat-syarat calon Ketua DPC Iwapi Kabupaten Bogor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *